STADE – Enam pekerja kesejahteraan anak tewas dalam aksi penembakan di sebuah tempat penampungan ibu dan anak di Kota Stade, Jerman, pada Senin (29/06/2026). Polisi menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan sengketa hak asuh seorang bayi perempuan berusia tiga bulan yang sedang dibahas saat kejadian. Selain enam korban meninggal, satu orang lainnya mengalami luka-luka dan kini dilaporkan dalam kondisi stabil.
Kepala Kepolisian (Kapol) Lueneburg Kathrin Schuol mengatakan pelaku datang ke lokasi untuk menghadiri pertemuan mengenai pengaturan hak asuh putrinya yang masih berusia tiga bulan. Bayi tersebut bersama ibunya berada di lokasi ketika insiden terjadi, namun keduanya tidak menjadi korban.
“Pelaku memiliki janji temu hari ini, bersama dengan banyak korban, untuk membahas pengaturan hak asuh di masa depan bagi putrinya yang berusia tiga bulan,” ujar Kathrin Schuol, sebagaimana dilansir Detik, Senin (29/6/2026).
“Baik sang anak maupun ibunya berada di lokasi kejadian, namun mereka tidak terluka akibat tembakan.”
Menurut Schuol, seluruh korban tewas terdiri atas empat perempuan dan dua laki-laki yang merupakan pekerja kesejahteraan anak. Mereka ditembak secara brutal ketika menjalankan tugas di fasilitas tersebut.
Schuol menyebutkan bahwa para korban-empat wanita dan dua pria-semuanya adalah pekerja kesejahteraan anak, dan ditembak “dengan cara yang brutal”.
Setelah penembakan, pelaku diduga berusaha melarikan diri menggunakan mobil yang dikemudikan seorang perempuan berusia 65 tahun yang disebut memiliki hubungan dekat dengan keluarga pelaku. Polisi melakukan pengejaran dan melepaskan tembakan ke arah kendaraan tersebut sebelum akhirnya menangkap pelaku. Baik pelaku maupun pengemudi dilaporkan tidak mengalami luka dan kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut dan menilai tragedi itu sebagai peristiwa yang sangat mengejutkan.
“Banyak orang yang mencoba membantu dan melindungi orang lain justru kehilangan nyawa atau terluka,” kata Merz.
“Pikiran saya bersama para korban dan keluarga mereka.” []
Redaksi05

