DOHA – Pemerintah Iran membantah akan menggelar perundingan langsung dengan Amerika Serikat (AS) di Doha, Qatar, meski Presiden AS Donald Trump menyatakan kedua negara akan bertemu pada Selasa (30/06/2026). Perbedaan pernyataan itu muncul di tengah upaya menjaga gencatan senjata dan meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan delegasi ahli Iran memang dijadwalkan berkunjung ke Doha pada pekan ini. Namun, ia menegaskan tidak ada agenda perundingan tatap muka dengan delegasi AS.
“Kami belum memasuki tahap negosiasi kesepakatan final,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Detik, Selasa (30/06/2026), seraya menambahkan bahwa “selama beberapa hari ke depan, kami tidak akan mengadakan pertemuan negosiasi apa pun dengan pihak AS di tingkat mana pun”.
Sebelumnya, Trump melalui akun media sosial Truth Social menyatakan Iran telah meminta pertemuan yang akan berlangsung di Doha. Namun, Presiden AS itu tidak menjelaskan pihak-pihak yang akan hadir dalam agenda tersebut.
“Iran telah meminta pertemuan. Itu akan berlangsung besok (Selasa, 30/06/2026) di Doha,” tulis Trump pada Senin (29/06/2026).
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian mengatakan Utusan Khusus AS Steve Witkoff bersama Jared Kushner yang juga menjadi penasihat Trump akan bertolak ke Doha untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi pada pekan ini.
Di sisi lain, Iran tetap melanjutkan komunikasi dengan Oman terkait pengelolaan Selat Hormuz. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan Komite Gabungan Hormuz telah menggelar pertemuan perdana di Muscat sejak kesepakatan antara Iran dan AS tercapai.
“Dalam kunjungan ke Muscat, pertemuan pertama Komite Gabungan Hormuz telah diadakan,” kata Kazem Gharibabadi melalui platform X.
Pembahasan mengenai Selat Hormuz menjadi perhatian karena jalur tersebut merupakan salah satu rute pelayaran energi paling strategis di dunia. Sebelum tercapainya kesepakatan gencatan senjata, kawasan itu sempat diwarnai aksi saling serang antara AS dan Iran yang memicu meningkatnya ketegangan. Iran juga kembali menegaskan bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz harus menggunakan koridor pelayaran di dekat wilayah pesisirnya serta memperingatkan bahwa setiap pelanggaran berpotensi meningkatkan eskalasi di kawasan. []
Redaksi05

