Korban Sipil Bertambah, Tiga Orang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza

Korban Sipil Bertambah, Tiga Orang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza

Bagikan:

DEIR AL-BALAH – Serangan yang terus berlangsung di Jalur Gaza kembali menambah jumlah korban jiwa. Tiga warga Palestina, termasuk seorang anak berusia delapan tahun, dilaporkan tewas akibat serangan drone Israel di dekat Jembatan Wadi al-Salqa, Jalan al-Baraka, Deir al-Balah, pada Senin (29/06/2026). Sejumlah warga sipil lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Korban meninggal masing-masing diidentifikasi sebagai Malik Wael Abu Shaweesh (8), Ali Fayez Isbaitan, dan Hassan Salman al-Hanajra. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari rangkaian serangan yang dilaporkan masih terjadi di berbagai wilayah Jalur Gaza.

Di wilayah selatan Gaza, serangan yang menghantam tenda pengungsian di kawasan Al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis, dilaporkan menewaskan satu warga sipil dan melukai beberapa lainnya. Sementara itu, Elin Islam Al-Farra, remaja berusia 13 tahun, meninggal dunia akibat luka yang dideritanya setelah terkena serpihan peluru artileri di dekat Bundaran Bani Suheila, sebelah timur Khan Yunis. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nasser.

Serangan lainnya juga dilaporkan terjadi di dekat Tiberias Chalet, barat laut Khan Yunis, yang mengakibatkan satu orang tewas dan empat lainnya terluka. Di kawasan Sheikh Nasser, drone Israel dilaporkan menjatuhkan bom serta menembaki rumah-rumah warga di bagian timur kota.

Di Kota Gaza, tim pertahanan sipil Palestina masih berupaya mengevakuasi 45 jenazah yang dilaporkan tertimbun reruntuhan rumah keluarga Ghaboun di Jalan Al Talatini akibat serangan sebelumnya.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata yang mulai berlaku pada 11 Oktober 2025, sebanyak 1.048 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 3.372 orang lainnya mengalami luka-luka. Adapun sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tercatat melebihi 73.054 orang meninggal dan 173.480 orang terluka, sebagaimana diberitakan Sumbawanews, Senin (29/06/2026).

Laporan tersebut juga menyebutkan serangan masih terjadi meskipun gencatan senjata diumumkan berlaku sejak Oktober 2025. Kondisi tersebut memperburuk situasi kemanusiaan di Jalur Gaza yang hingga kini masih menghadapi kerusakan infrastruktur, keterbatasan pasokan pangan, serta tekanan terhadap layanan kesehatan. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang