25 Usaha Mikro Aceh Raih Komitmen Kemitraan Rp2,54 Miliar

25 Usaha Mikro Aceh Raih Komitmen Kemitraan Rp2,54 Miliar

Bagikan:

Sebanyak 25 usaha mikro di Aceh mendapat peluang masuk jaringan ritel modern setelah melalui kurasi bisnis dan pengenalan standar yang dibutuhkan untuk memperluas pasar.

ACEH – Sebanyak 25 usaha mikro di Aceh memperoleh peluang memperluas pasar melalui jaringan ritel modern setelah mengikuti proses kurasi dan presentasi bisnis dalam Program Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra (Kumitra).

Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Pristiyanto mengatakan akses terhadap pasar menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha mikro, termasuk mereka yang sedang memulihkan kegiatan usaha setelah terdampak bencana.

“Program Kumitra hadir sebagai solusi konkret untuk membuka akses pasar yang masih menjadi tantangan bagi para pengusaha mikro,” kata Pristiyanto dikutip dari keterangan pers di Jakarta, Kamis, sebagaimana diberitakan Antara, Kamis, (24/09/2026).

Melalui temu bisnis tersebut, para pelaku usaha tidak hanya mendapatkan kesempatan menawarkan produknya kepada calon mitra, tetapi juga diperkenalkan dengan berbagai persyaratan untuk masuk ke rantai pasok yang lebih luas.

Persyaratan tersebut mencakup standardisasi mutu, izin edar, higienitas kemasan, serta kemampuan menjaga kontinuitas pasokan. Sebelumnya, para peserta menjalani proses kurasi dan presentasi bisnis secara daring sebelum bertemu langsung dengan calon mitra.

Temu bisnis Kumitra di Aceh kemudian menghasilkan komitmen awal kemitraan dalam bentuk Letter of Intent (LOI) dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp2,54 miliar.

Sejumlah jaringan ritel yang terlibat dalam kemitraan tersebut antara lain Suzuya Group, Alfamart, Indomaret, Simpang Lima, Aroma, dan Pusaka Souvenir Gallery.

Program tersebut menjadi bagian dari layanan Klinik UMKM Bangkit Aceh yang dilaksanakan Kementerian UMKM bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Aceh serta Asosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia (ASPPENDO).

Kementerian UMKM mencatat temu bisnis Kumitra telah berlangsung di empat daerah, yakni Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Tangerang, dan Aceh. Dari pelaksanaan tersebut, total potensi transaksi berdasarkan LOI mencapai Rp13,74 miliar.

Pengembangan kemitraan juga akan diarahkan ke sektor perhotelan dan pariwisata melalui sinergi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Produk makanan olahan, minuman, cenderamata, dan kriya khas Aceh diarahkan agar dapat memenuhi kebutuhan operasional hotel serta masuk ke ekosistem destinasi wisata.

Perluasan jaringan kemitraan tersebut diharapkan memberi lebih banyak jalur pemasaran bagi usaha mikro sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan kesiapan produk, mutu, dan kapasitas pasokan untuk memenuhi kebutuhan mitra berskala lebih luas. []

Redaksi08.

Bagikan:
Headlines Nasional