Program beasiswa PT Sorik Marapi Geothermal Power diperluas untuk membantu pelajar dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di 10 desa, dengan jumlah penerima pada 2026 meningkat menjadi 44 orang.
MANDAILING NATAL – Sebanyak 44 mahasiswa menerima manfaat program beasiswa PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) pada 2026, meningkat dari 30 penerima pada tahun sebelumnya sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di 10 desa sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program tersebut menyasar pelajar dan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Dalam pelaksanaannya, PT SMGP melalui Departemen Community Development and Corporate Responsibility (CDCR) melibatkan pemerintah desa dalam proses seleksi calon penerima.
Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP Ali Sahid melalui Zico D.P mengatakan peningkatan jumlah penerima menjadi bagian dari pelaksanaan program yang telah rutin dilakukan sejak 2022, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat, (25/09/2026).
“Beasiswa ini merupakan salah satu bentuk komitmen PT SMGP di bidang pendidikan sekaligus kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun sejak 2022,” katanya.
Selain beasiswa reguler bagi masyarakat di 10 desa, PT SMGP juga menyediakan beasiswa khusus bagi pelajar atau mahasiswa yang memiliki prestasi di tingkat nasional. Salah satu penerima dari Desa Sibanggor Tonga sebelumnya mengembangkan teknologi drone hingga mengikuti kompetisi tingkat internasional.
“Alhamdulillah, yang bersangkutan kini sudah bekerja di perusahaan perawatan pesawat Airbus Lion Air. Kita berharap tahun ini juga ada yang mampu membawa nama harum daerah,” ujarnya.
Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution mengatakan program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat karena membantu pelajar dan mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan.
“Pemkab Madina mengapresiasi program beasiswa PT SMGP, termasuk program pemberdayaan masyarakat. Program ini sangat membantu masyarakat kita sekaligus mendukung peran pemerintah,” katanya.
Saipullah berharap jumlah penerima beasiswa dapat kembali ditambah pada tahun berikutnya sehingga jangkauan manfaat pendidikan semakin luas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina juga mengapresiasi program pemberdayaan masyarakat lain yang dijalankan perusahaan, seperti pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta bantuan sarana air bersih bagi sekolah dan pesantren.
Penyerahan piagam penghargaan kepada PT SMGP atas kontribusi tersebut dilakukan Saipullah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kamis (24/9) malam. Penghargaan diterima Zico D.P yang mewakili pimpinan perusahaan dan didampingi Koordinator Tim CDCR Ade Robi Cahyadi.
Kegiatan tersebut turut disaksikan tim Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) yang sedang melakukan kunjungan ke lokasi operasional PT SMGP.
Program pemberdayaan masyarakat PT SMGP tidak hanya mencakup pendidikan, tetapi juga diarahkan pada sejumlah bidang lain, yakni ekonomi, kesehatan, lingkungan, sosial budaya, dan keagamaan. Pemerintah daerah bersama perusahaan juga membahas pengembangan panas bumi serta peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Peningkatan jumlah penerima beasiswa dan keterlibatan pemerintah desa dalam proses seleksi diharapkan membuat manfaat program pendidikan semakin menjangkau masyarakat yang membutuhkan, sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak pelajar dan mahasiswa dari desa untuk mengembangkan prestasi. []
Redaksi08.

