Kerusakan sekitar 57 ribu hektare sawah akibat bencana menurunkan target produksi padi Aceh, tetapi pasokan beras diperkirakan tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.
ACEH JAYA – Kerusakan lahan sawah akibat bencana hidrometeorologi diperkirakan menekan produksi padi Aceh tahun ini, tetapi pasokan beras daerah tersebut masih berpeluang memenuhi kebutuhan masyarakat. Dari luas baku sawah sekitar 202 ribu hektare, sebanyak 57 ribu hektare terdampak bencana.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh Azanuddin Kurnia mengatakan kondisi tersebut membuat pemerintah harus menyesuaikan target produksi padi tahun ini. Target produksi yang sebelumnya mencapai 1,6 juta ton gabah direvisi menjadi 1,4 juta ton.
“Karena Aceh selama hampir satu dekade terakhir tetap berada dalam kondisi surplus, baik gabah maupun beras,” kata Azanuddin sebagaimana diberitakan Antara, Minggu, (27/09/2026).
Menurut dia, penyesuaian target tersebut berkaitan langsung dengan luasan sawah yang mengalami kerusakan setelah bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
“Dalam perjalanan mungkin kita akan lakukan revisi target dari 1,6 juta ton menjadi 1,4 juta ton karena ada sekitar 57 ribu hektare sawah terdampak bencana,” ujarnya.
Dengan target produksi 1,6 juta ton gabah, hasil konversinya diperkirakan setara dengan 900 ribu ton beras. Sementara itu, kebutuhan beras masyarakat Aceh diperkirakan sekitar 600 ribu ton per tahun.
Selisih produksi dan kebutuhan tersebut selama ini membuat Aceh memiliki cadangan beras yang dapat dipasarkan ke daerah lain, termasuk Medan, Sumatera Utara. Potensi surplusnya diperkirakan mencapai 300 ribu hingga 400 ribu ton beras.
“Jadi ada 300 sampai 400 ribu ton kita itu selalu surplus. Ini selama ini sering dijual ke Medan,” ujarnya.
Jika target produksi diturunkan menjadi 1,4 juta ton gabah, produksi beras Aceh diperkirakan masih berada di kisaran 800 ribu ton. Jumlah tersebut tetap lebih tinggi dibandingkan kebutuhan masyarakat yang sekitar 600 ribu ton per tahun.
Azanuddin menyebut kerusakan akibat bencana mencapai sekitar 35 persen dari luas baku sawah Aceh. Kondisi itu menjadi tantangan bagi pemerintah untuk menjaga produksi pangan sekaligus memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi.
Meski produksi diproyeksikan menurun, pemerintah Aceh masih meyakini ketersediaan beras daerah tetap aman karena hasil produksi diperkirakan berada di atas kebutuhan tahunan.
“Walaupun kita sekitar 35 persen ini kerusakan sawah kita dari luas baku sawah kita, walaupun turun target kita nanti, Insya Allah dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh Aceh kita masih mengcover itu,” demikian Azanuddin Kurnia. []
Redaksi08.

