Cegah Stunting, Bangka Tengah Dorong Warga Aktif ke Posyandu

Cegah Stunting, Bangka Tengah Dorong Warga Aktif ke Posyandu

Bagikan:

Rendahnya kehadiran masyarakat di posyandu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah karena layanan tersebut berperan dalam memantau kesehatan ibu dan anak serta mendeteksi risiko stunting sejak dini.

BANGKA TENGAH – Rendahnya partisipasi masyarakat memanfaatkan layanan pos pelayanan terpadu (Posyandu) menjadi tantangan yang tengah dihadapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah menggerakkan kader dan berbagai unsur masyarakat agar layanan kesehatan dasar di desa kembali dimanfaatkan secara optimal.

Wakil Bupati (Wabup) Bangka Tengah Efrianda mengatakan peningkatan kunjungan masyarakat ke posyandu menjadi perhatian pemerintah karena keberadaan layanan tersebut berkaitan langsung dengan pemantauan kesehatan ibu dan anak.

“Partisipasi masyarakat datang ke posyandu itu masih rendah dan ini menjadi perhatian pemerintah dengan menggerakkan semua komponen, termasuk para kader untuk mengaktifkan posyandu,” ujarnya sebagaimana diberitakan Antara, Senin, (28/09/2026).

Menurut Efrianda, posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu dan anak sejak dini. Karena itu, keberadaan posyandu di setiap desa dinilai perlu didukung agar mampu memberikan pelayanan secara optimal.

“Kita dari pemerintah wajib hadir sebagai daya dorong sekaligus mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan posyandu sesuai dengan fungsinya,” katanya.

Penguatan layanan tersebut juga diarahkan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan. Melalui kegiatan posyandu, pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dipantau secara berkala melalui pemeriksaan kesehatan dan pemantauan kondisi balita.

Efrianda mengatakan pemantauan rutin tersebut penting karena pemerintah dapat memperoleh informasi mengenai kondisi anak yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

“Melalui posyandu akan memudahkan pemerintah dalam melakukan intervensi terhadap kasus stunting dan menyiapkan langkah penanganan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Bangka Tengah mendorong penguatan peran kader sekaligus peningkatan kesadaran masyarakat untuk datang ke posyandu. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi bagian penting agar fungsi layanan kesehatan dasar di tingkat desa berjalan efektif dan upaya menjaga kesehatan ibu serta anak dapat dilakukan secara berkelanjutan. []

Redaksi08.

Bagikan:
Headlines Nasional