BNPB Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor di Sejumlah Daerah

BNPB Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor di Sejumlah Daerah

Bagikan:

Banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Kalimantan Selatan berdampak pada ribuan warga, sehingga BNPB meminta pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan tanah longsor.

BANDA ACEH – Ancaman banjir susulan dan tanah longsor menjadi perhatian setelah banjir di sejumlah daerah berdampak pada ribuan warga dan ratusan rumah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan, mulai dari mengaktifkan posko penanggulangan bencana hingga memastikan jalur evakuasi dan logistik tersedia, menyusul potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, menyampaikan bahwa banjir di Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, berdampak pada 2.345 orang dan masih merendam 177 rumah. Sementara itu, banjir di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatra Utara (Sumut), berdampak pada 2.600 orang dan 520 rumah. Di Kabupaten Deli Serdang, Sumut, sebanyak 730 orang turut terdampak.

Dampak bencana juga terjadi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Banjir dan cuaca ekstrem di wilayah tersebut berdampak pada 175 orang serta mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan pohon tumbang.

“Di Kabupaten Banjar, di Kalimantan Selatan juga ada banjir dan cuaca ekstrem di sana. Di sana ada 175 orang terdampak. Dampak kerusakan pada beberapa rumah warga dan pohon tumbang,” ujar Berton dalam kegiatan Info Bencana Terkini yang digelar secara daring pada Rabu (28/10/2026), sebagaimana diberitakan NU Online, Rabu, (28/10/2026).

BNPB menilai kesiapsiagaan perlu ditingkatkan karena potensi hujan yang dapat memicu bencana hidrometeorologi basah masih mengancam sejumlah daerah. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan di Provinsi Aceh meliputi Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Barat Daya.

Di Sumut, potensi bencana tersebut perlu diwaspadai di Kabupaten Pakpak Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Humbang Hasundutan. Sementara itu, di Sumatra Barat (Sumbar), kewaspadaan diperlukan di Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, serta Kota Padang.

“Ini imbauan kami berdasarkan dari data yang kami peroleh dari BMKG bahwa hidrometeorologi basah berpotensi terjadi di Provinsi Aceh yaitu di Nagan Raya, Aceh Barat Daya,” ujarnya.

Berton menegaskan pemerintah daerah perlu mengantisipasi ancaman bencana tersebut dengan memperkuat langkah pencegahan dan kesiapan penanganan darurat.

“Tentu kami juga memberikan imbauan kepada pemerintah untuk mengantisipasi ataupun mewaspadai potensi bahaya dari hidrometeorologi basah ini,” tegasnya.

BNPB meminta pemerintah daerah mengaktifkan posko penanggulangan bencana serta memastikan peralatan dan logistik dalam kondisi siap digunakan. Pembersihan sungai, saluran drainase, dan gorong-gorong juga perlu dilakukan untuk membantu mengurangi risiko genangan dan banjir.

Selain itu, pemerintah daerah diminta memetakan kawasan rawan banjir dan tanah longsor, menyiapkan jalur evakuasi, serta menyebarluaskan informasi peringatan dini dari BMKG dan BNPB. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat respons ketika kondisi darurat terjadi sekaligus mengurangi risiko terhadap keselamatan warga. []

Redaksi 1

Bagikan:
Bencana Berita Daerah