Militer Iran melaporkan empat kapal tanker terbakar setelah diduga menabrak ranjau di Selat Hormuz, sementara UKMTO mengungkap kapal tanker lain terkena proyektil tak dikenal.
SELAT HORMUZ – Ancaman ranjau laut kembali membayangi pelayaran di Selat Hormuz setelah militer Iran melaporkan empat kapal tanker terbakar dalam insiden terpisah saat melintasi perairan strategis tersebut. Tiga kapal disebut meledak setelah memasuki jalur selatan yang dinyatakan terlarang, sedangkan satu kapal lainnya dilaporkan terbakar di sisi timur selat.
Laporan itu menambah kekhawatiran terhadap keselamatan pelayaran di salah satu jalur perdagangan energi penting dunia. Terlebih, insiden tersebut terjadi sehari setelah militer Amerika Serikat (AS) menyatakan telah membersihkan sejumlah jalur penting di kawasan Selat Hormuz.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan tiga kapal tanker minyak terbakar dalam kurun 24 jam terakhir setelah diduga menabrak ranjau ketika mencoba melewati jalur selatan yang tidak diizinkan.
“Dalam 24 jam terakhir, tiga kapal tanker minyak yang melanggar aturan meledak dan terbakar setelah menabrak ranjau saat mencoba melewati jalur selatan Selat Hormuz yang tidak diizinkan,” demikian pernyataan IRGC, sebagaimana dilansir TRT World, Jumat (30/10/2026).
Selain tiga kapal tersebut, militer Iran melaporkan satu kapal tanker lain terbakar di sebelah timur Selat Hormuz. Kapal itu disebut menabrak ranjau ketika beroperasi di kawasan yang dinilai terlarang dan berbahaya.
Di tengah laporan mengenai empat kapal tanker tersebut, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) juga menyampaikan adanya insiden terhadap kapal tanker minyak lain. Kapal tersebut dilaporkan terkena proyektil yang belum diketahui jenis maupun asalnya ketika melintasi Selat Hormuz.
Rangkaian laporan itu menunjukkan adanya ancaman berbeda terhadap kapal-kapal yang melintasi kawasan tersebut, mulai dari dugaan ranjau laut hingga serangan menggunakan proyektil tak dikenal. Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan identitas kapal, jumlah korban, tingkat kerusakan, maupun pihak yang bertanggung jawab atas setiap insiden.
Situasi tersebut membuat keselamatan navigasi di Selat Hormuz menjadi perhatian, terutama bagi kapal-kapal pengangkut minyak yang melintasi jalur itu. Kepastian mengenai kondisi perairan dan informasi jalur pelayaran yang aman diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan serta menjaga kelancaran distribusi energi melalui kawasan strategis tersebut. []
Redaksi 1

