Ketegangan Selat Hormuz Memanas, Iran dan AS Beda Klaim

Ketegangan Selat Hormuz Memanas, Iran dan AS Beda Klaim

Bagikan:

Iran mengklaim berhasil menangkap pesawat nirawak MQM-170 dan menghancurkan kapal nirawak milik AS di sekitar Selat Hormuz, tetapi Washington membantah klaim tersebut.

SELAT HORMUZ  – Saling bantah antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terkait operasi militer di Selat Hormuz menambah ketidakpastian situasi keamanan di kawasan strategis tersebut. Iran mengklaim berhasil menguasai pesawat nirawak milik AS melalui teknologi peperangan elektronik, sementara Washington membantah klaim penghancuran aset nirawak militernya.

Klaim terbaru disampaikan melalui Kantor Berita Republik Islam (IRNA), yang mengutip keterangan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Dalam laporan tersebut, Iran menyebut berhasil melumpuhkan dan menangkap pesawat nirawak jenis MQM-170 di sekitar Pulau Qeshm.

IRNA menyebut keberhasilan itu sebagai kali kedua personel Garda Revolusi Iran menguasai pesawat nirawak sejenis dalam kondisi utuh. Sebelumnya, IRGC juga mengklaim telah mengambil alih kendali pesawat MQM-170 milik AS di wilayah barat Selat Hormuz menggunakan operasi peperangan elektronik.

Teknologi peperangan elektronik yang disebut dalam klaim tersebut menjadi bagian penting dari operasi yang dikaitkan dengan upaya Iran mengendalikan perangkat nirawak lawan. Namun, hingga informasi tersebut diberitakan, belum terdapat verifikasi independen yang memastikan keberhasilan operasi maupun kondisi pesawat yang diklaim berhasil ditangkap.

Pihak militer AS sebelumnya juga membantah laporan mengenai keberhasilan Iran menguasai pesawat nirawak tersebut. Dengan demikian, klaim kedua negara masih menunjukkan perbedaan keterangan mengenai penguasaan aset militer di kawasan Selat Hormuz.

Ketegangan informasi serupa juga muncul terkait operasi di laut. Pada Jumat (30/10/2026), Angkatan Laut Iran mengklaim telah menghancurkan sebuah kapal permukaan nirawak milik pihak musuh yang beroperasi di sebelah timur Selat Hormuz.

Namun, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) membantah klaim mengenai penghancuran kapal nirawak militer AS tersebut. Dalam pernyataan melalui akun media sosial X, CENTCOM menegaskan bahwa seluruh kapal permukaan nirawak militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah telah terdata.

“Seluruh kapal permukaan nirawak militer AS di Timur Tengah telah terdata, termasuk satu skuadron drone laut canggih yang berpatroli di Selat Hormuz untuk mendukung lapisan pertahanan CENTCOM,” demikian pernyataan CENTCOM melalui akun X, sebagaimana dilansir TRT World, Sabtu (31/10/2026).

Perbedaan klaim mengenai pesawat dan kapal nirawak tersebut memperlihatkan masih adanya ketidakjelasan informasi mengenai perkembangan operasi militer di Selat Hormuz. Tanpa bukti yang dapat diverifikasi secara independen, keberhasilan Iran menangkap pesawat nirawak maupun menghancurkan kapal nirawak milik AS belum dapat dipastikan.

Situasi ini membuat perkembangan keamanan di Selat Hormuz perlu terus dicermati, terutama terkait potensi meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington. Kejelasan informasi dari kedua pihak serta verifikasi independen menjadi penting untuk menghindari kesimpangsiuran informasi mengenai aktivitas militer di kawasan tersebut. []

Redaksi 01

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang