Rumah dan Mobil Hangus Terbakar, Pemkot Makassar Siapkan Posko Korban Bentrokan

Rumah dan Mobil Hangus Terbakar, Pemkot Makassar Siapkan Posko Korban Bentrokan

Bagikan:

Pemerintah Kota Makassar menyalurkan bantuan darurat dan mendirikan posko penampungan bagi warga terdampak setelah bentrokan antarkelompok pemuda di Kecamatan Tallo menghanguskan lima rumah dan satu mobil.

SULAWESI SELATAN – Dampak kerugian material akibat bentrokan antarkelompok pemuda di Makassar (Makassar), Sulawesi Selatan (Sulsel), membengkak setelah sedikitnya lima unit rumah warga dan satu unit mobil hangus terbakar. Konflik berkepanjangan yang meluas ke beberapa titik rawan di Kecamatan Tallo (Tallo), termasuk Jalan Kandea 3 Kelurahan Bunga Eja (Bunga Eja), Jalan Lembo, dan Jalan Layang tersebut memicu keprihatinan serius pemerintah daerah lantaran mengakibatkan sejumlah warga terluka serta kehilangan tempat tinggal pada Selasa (23/09/2026).

Guna meringankan beban para korban, Pemerintah Kota (Pemprov) Makassar menginstruksikan pemerintah kecamatan untuk segera mendirikan posko penampungan sementara dan menyalurkan bantuan darurat. Di samping menangani dampak musibah, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar untuk mendirikan posko penjagaan bersama di titik-titik rawan guna mengendalikan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Langkah penanganan darurat dan pengamanan lingkungan tersebut dilakukan seusai negosiasi langsung di lokasi kejadian guna meredakan ketegangan serta menggali akar permasalahan bentrokan yang berulang. Wali Kota (Walkot) Makassar Munafri Arifuddin mengungkapkan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan menekankan pentingnya penguatan keamanan di wilayah terdampak. “Saya merasa sangat prihatin dengan kejadian ini. Penguatan terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan harus dimaksimalkan,” ungkap Munafri sebagaimana diwartakan Liputan6, Selasa, (23/09/2026).

Sebagai langkah konkret pencegahan bentrokan susulan, personil penegak perda dikerahkan untuk memperkuat penjagaan di lokasi kejadian. “Satpol PP bantu polisi dan TNI setempat untuk siaga dan bergantian menjaga ketenteraman serta ketertiban di lokasi, minimal selama beberapa pekan ke depan,” tegas Munafri. Pihaknya kini masih menunggu hasil investigasi detail dari tim penanggulangan bencana dan kebakaran untuk menghitung total nilai kerugian material akibat insiden amuk massa tersebut.

Meski tidak ada korban jiwa, Pemkot Makassar memastikan proses hukum akan tetap berjalan bagi para pembuat kerusuhan yang memicu kerusakan lingkungan. “Tindakan seperti ini tidak boleh terulang lagi. Harus ada solusi dan tindakan tegas,” ujarnyanya seraya menyerukan kolaborasi seluruh pihak. “Harapan kita, semua elemen harus bergerak bersama menjaga keamanan. Kita harus turun ke bawah dan bekerja maksimal,” tambah Munafri. []

Redaksi 01

Bagikan:
Berita Daerah Konflik