Ribuan Keluarga Terdampak Bencana, BNPB Percepat Penanganan di Lumajang

Ribuan Keluarga Terdampak Bencana, BNPB Percepat Penanganan di Lumajang

Bagikan:

BNPB mencatat bencana banjir, longsor, dan cuaca ekstrem di sejumlah daerah, dengan Lumajang menjadi salah satu wilayah terdampak terberat setelah dua orang meninggal dunia dan 1.567 keluarga terdampak.

LUMAJANG – Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Indonesia menimbulkan dampak serius, mulai dari ribuan keluarga terdampak hingga korban jiwa. Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), menjadi salah satu daerah dengan dampak terbesar, setelah banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem menyebabkan dua orang meninggal dunia, 1.567 kepala keluarga (KK) terdampak, serta 13 rumah rusak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rangkaian kejadian banjir, longsor, dan cuaca ekstrem di beberapa daerah, termasuk Aceh, Deli Serdang dan Simalungun di Sumatra Utara (Sumut), serta Malang dan Lumajang di Jatim. Data tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Di Lumajang, dampak bencana menjadi perhatian karena terdapat empat jenis kejadian, yakni cuaca ekstrem, tanah longsor, banjir bandang, dan banjir genangan. Dua korban meninggal dunia merupakan ayah dan anak. Sementara itu, pendataan terhadap keluarga terdampak dan kerusakan rumah masih berlangsung.

“Ada dua jiwa yang meninggal kemarin sudah kami sampaikan. Ini adalah bapak dan anak. Dan ada 1.567 KK yang terdampak dan ini masih tetap dalam pendataan. Dan 13 rumah rusak dan ini pun sudah dalam pencatatan dan pelaporan,” kata Berton.

Penanganan darurat dilakukan melalui koordinasi BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah kecamatan dan desa, Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta sejumlah institusi terkait. Koordinasi tersebut diarahkan untuk mempercepat pemulihan layanan vital dan membantu warga yang terdampak.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga telah diterjunkan untuk melakukan asesmen, menangani kondisi darurat, serta membuka kembali akses jalan yang sebelumnya terputus. Jalur Taman Sari dan Ibu Raja dilaporkan sudah dapat dilalui kembali. Petugas juga memantau kawasan yang masih terisolasi, rumah warga yang terancam rusak, serta menyalurkan bantuan logistik.

“Kemudian Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) telah dikirim untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat, membuka akses jalan yang beberapa waktu ada terputus dan sekarang ini sudah bisa ditembus yaitu Jalan Taman Sari dan Ibu Raja, serta melakukan pemantauan di wilayah-wilayah terisolasi lainnya dan rumah-rumah warga yang terancam rusak, serta mengirimkan logistik kepada saudara-saudara kita yang terdampak di sana,” papar dia.

BNPB juga memantau debit air sungai, kondisi jembatan limpasan, potensi bencana susulan, serta gangguan aliran listrik di sejumlah lokasi. Pemantauan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya dampak bencana, terutama di kawasan yang masih berisiko.

“Berikut ini ada beberapa video maupun gambar yang kita lihat di sini bagaimana di Kabupaten Lumajang terjadi banjir dan longsor, serta banjir genangan, dan beberapa bantuan yang sudah diserahkan oleh pemerintah daerah,” kata dia.

Selain Lumajang, BNPB melaporkan banjir di sejumlah daerah lain. Di wilayah selatan Aceh, sebanyak 222 KK terdampak dan perkembangannya masih dipantau. Banjir di Deli Serdang berdampak pada 13 KK, tetapi kondisi air dilaporkan mulai surut. Sementara itu, banjir di Malang berdampak pada 43 KK.

“Sedangkan di Jawa Timur di Lumajang ada 1.567 KK yang terdampak. Dan ini dalam penanganan,” terang Berton.

Dua kejadian tanah longsor juga tercatat di Simalungun dan Malang. Longsor di Simalungun berdampak pada 90 KK, sedangkan di Malang terdapat 24 KK terdampak. Adapun cuaca ekstrem di Kabupaten Dairi, Sumut, mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

“Cuaca ekstrem terjadi di Dairi saat kami mendapatkan laporan ada satu jiwa meninggal. Kami tentu dari Badan Penanganan Bencana menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya satu jiwa di Sumatra Utara akibat dari cuaca ekstrem ini,” papar dia.

Berton mengingatkan masyarakat, terutama warga Lumajang, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana susulan. Warga diminta menjauhi aliran sungai yang berpotensi dilalui banjir lahar, khususnya lahar dingin, serta mematuhi arahan petugas dan memperoleh informasi melalui kanal resmi.

Ia berharap penanganan darurat dan pemulihan di wilayah terdampak dapat berjalan cepat sehingga aktivitas masyarakat kembali normal. Pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, terutama di kawasan rawan banjir, longsor, dan aliran lahar.

“Semoga apa yang dialami oleh saudara-saudara kita segera dapat dilalui dan pemerintah-pemerintah daerah segera dapat mengatasi dampak banjir maupun cuaca ekstrem longsor yang terjadi di Lumajang,” sambung Berton.

Sebagaimana diberitakan Liputan6, Berton menyampaikan perkembangan penanganan bencana tersebut dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (3/11/2026). Tanggal penerbitan artikel Liputan6 tidak tercantum dalam materi sumber. []

Redaksi 01

Bagikan:
Bencana Berita Daerah