Kebakaran di belakang Pasar Sanggam Adji Dilayas, Teluk Bayur, menghanguskan 29 warung makan dan dua rumah warga, sementara polisi masih menyelidiki dugaan gangguan instalasi listrik sebagai pemicu.
TANJUNG REDEB – Kebakaran yang melanda kawasan belakang Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Rabu (4/11/2026) malam, menghanguskan 29 warung makan dan dua rumah warga yang terdiri atas empat pintu bangunan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan puluhan pedagang kehilangan tempat usaha dan memicu kerugian material yang hingga kini masih didata.
Api mulai terlihat sekitar pukul 19.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA) dari salah satu warung makan di belakang pasar. Kobaran dengan cepat merambat ke bangunan lain karena sebagian besar konstruksi terbuat dari kayu dan posisi warung saling berdekatan.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Berau, Suradi, mengatakan keterangan awal saksi menyebutkan api muncul tidak lama setelah terjadi pemadaman listrik. Kondisi tersebut memunculkan dugaan awal bahwa kebakaran berkaitan dengan gangguan instalasi listrik.
“Api pertama kali terlihat dari salah satu warung makan setelah terjadi pemadaman listrik,” ungkapnya.
Meski demikian, dugaan korsleting listrik belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api dan memastikan faktor pemicu peristiwa tersebut.
Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman membutuhkan dukungan sejumlah armada. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran. Sementara itu, satu unit kendaraan water cannon milik Satuan Brigade Mobil (Sat Brimob) Kompi III Batalyon C turut diterjunkan ke lokasi.
Petugas pemadam kebakaran bersama masyarakat berupaya membatasi penyebaran api agar tidak menjangkau bangunan lain. Setelah sekitar satu jam penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.00 WITA.
Suradi memastikan tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, nilai kerugian belum dapat dihitung karena petugas masih melakukan pendataan terhadap pemilik bangunan yang terdampak.
“Untuk sementara tidak ada korban jiwa. Kerugian material masih dalam proses pendataan,” jelasnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, polisi memasang garis pengaman di sekitar lokasi untuk mendukung proses penyelidikan. Personel Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polres Berau bersama Unit Intelkam Kepolisian Sektor (Polsek) Teluk Bayur melakukan pendataan dengan melibatkan pengelola Pasar SAD.
Pendataan tersebut diperlukan untuk mengetahui jumlah pemilik bangunan yang terdampak sekaligus mengidentifikasi kerusakan akibat kebakaran. Kepolisian juga melanjutkan pemeriksaan guna memastikan penyebab pasti peristiwa yang menghanguskan puluhan tempat usaha tersebut.
Kebakaran ini menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan bangunan di kawasan pasar, terutama tempat usaha yang berdempetan dan menggunakan material mudah terbakar. Pemeriksaan instalasi listrik, ketersediaan sarana pemadam, serta pengaturan jarak ant bangunan perlu menjadi bagian dari upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. []
Redaksi 01

