Lima anggota Kepolisian Nigeria tewas ditembak kelompok bersenjata saat dalam perjalanan menuju Zamfara untuk mengamankan pemilihan pendahuluan Partai APC.
NIGERIA – Lima anggota Kepolisian Nigeria tewas ditembak kelompok bersenjata saat menjalankan tugas pengamanan pemilihan pendahuluan Partai All Progressives Congress (APC) di Negara Bagian Zamfara. Serangan terhadap kendaraan yang mereka tumpangi di Jalan Raya Sokoto-Gusau itu kembali memperlihatkan tingginya ancaman keamanan bagi petugas maupun masyarakat di wilayah barat laut Nigeria.
Kelima polisi tersebut sedang dalam perjalanan dari Negara Bagian Sokoto menuju Zamfara pada Senin malam. Mereka ditugaskan mengamankan proses pemilihan kandidat untuk Distrik Senat Zamfara Utara di wilayah pemerintahan daerah Kaura Namoda.
Juru bicara Kepolisian Nigeria, Abdullahi Faruk, membenarkan insiden tersebut. Sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia, Rabu (04/11/2026), Faruk menyampaikan bahwa jenazah kelima korban telah dievakuasi ke kamar jenazah Rumah Sakit Pendidikan Universitas Usmanu Danfodiyo di Sokoto.
Saat serangan terjadi, para petugas menggunakan bus angkutan umum milik Pemerintah Negara Bagian Zamfara. Kendaraan tersebut dicegat kelompok bersenjata yang kemudian melepaskan tembakan hingga seluruh polisi di dalamnya meninggal dunia.
Serangan itu terjadi ketika para petugas tengah menjalankan penugasan untuk mendukung pengamanan agenda politik. Namun, perjalanan mereka justru berakhir dengan penyergapan bersenjata di jalan raya.
Insiden tersebut menambah daftar kekerasan yang membayangi wilayah barat laut Nigeria. Kelompok bersenjata kerap melakukan penyergapan di jalan raya, menyerang permukiman pedesaan, serta menculik warga untuk meminta uang tebusan.
Selain Zamfara dan Sokoto, serangan serupa juga kerap terjadi di Negara Bagian Katsina, Kaduna, dan Kebbi. Kondisi tersebut membuat perjalanan masyarakat serta aktivitas pemerintahan dan keamanan di sejumlah wilayah tetap menghadapi risiko.
Pemerintah Nigeria telah menggelar berbagai operasi militer dan kepolisian untuk menekan aktivitas kelompok bersenjata. Namun, ancaman penembakan dan penculikan masih berlanjut, sehingga penguatan keamanan jalur transportasi dan perlindungan masyarakat menjadi tantangan yang perlu terus ditangani. []
Redaksi 03

