Rangkaian penembakan di pesta, pusat perbelanjaan, kampus, dan kawasan permukiman di Amerika Serikat selama akhir pekan Halloween 2026 menewaskan sedikitnya 76 orang serta melukai 201 lainnya.
WASHINGTON – Sedikitnya 76 orang tewas dan 201 lainnya terluka akibat rangkaian insiden penembakan di berbagai wilayah Amerika Serikat (AS) selama akhir pekan perayaan Halloween, 30 Oktober hingga 1 November 2026. Rentetan kekerasan yang terjadi di sejumlah negara bagian itu melibatkan penembakan di pesta, kawasan permukiman, pusat perbelanjaan, hingga lingkungan kampus.
Besarnya jumlah korban tersebut dihimpun berdasarkan data para analis dan laporan media. Sebagaimana diberitakan Ria Novosti, Senin (02/11/2026), sejumlah perayaan Halloween yang berlangsung pada Sabtu (31/10) justru diwarnai aksi kekerasan bersenjata yang menyebabkan puluhan orang kehilangan nyawa dan ratusan lainnya harus mendapatkan perawatan medis.
Salah satu insiden paling mematikan terjadi di Fairfield, California. Penembakan di sebuah pusat perbelanjaan menyebabkan enam orang berusia 16 hingga 43 tahun terluka. Seorang perempuan hamil berusia 31 tahun dilaporkan meninggal dunia.
Di Florida, penembakan dalam sebuah pesta juga menewaskan seorang pemuda berusia 20 tahun dan melukai sembilan orang lainnya, termasuk seorang remaja perempuan berusia 15 tahun. Sementara itu, di Illinois, seorang pemuda berusia 19 tahun tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.
Kekerasan bersenjata juga terjadi di kawasan kampus Universitas Delaware menjelang Minggu (1/11). Insiden tersebut mengakibatkan enam orang terluka.
Di Texas, tujuh orang harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka tembak dalam sebuah pesta ulang tahun. Adapun di Kansas, empat orang mendapatkan perawatan medis pada Sabtu pagi, salah satunya terkena peluru nyasar di bagian wajah.
Rangkaian peristiwa tersebut tidak hanya menyasar masyarakat yang menghadiri kegiatan hiburan. Di Montana, seorang wakil sheriff tewas dalam baku tembak pada Jumat malam (30/10). Insiden bermula ketika petugas merespons panggilan darurat terkait seorang penyerang yang melepaskan tembakan. Seorang petugas lainnya turut terluka.
Sementara itu, dua orang dilaporkan tewas dalam penembakan di sebuah kompleks apartemen di Alabama. Di wilayah selatan Chicago, Illinois, seorang pria berusia 35 tahun juga tewas ditembak setelah terlibat pertengkaran.
Di Missouri, perselisihan dalam sebuah pesta rumah tangga berujung penembakan yang menyebabkan seorang pemuda berusia 18 tahun terluka. Kasus-kasus lain dalam rangkaian kejadian tersebut juga mencakup kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkan senjata api.
Insiden terkait senjata api bahkan telah muncul sebelum puncak perayaan Halloween. Pada Jumat pagi (30/10), seorang remaja membawa pistol ke sebuah sekolah menengah atas (SMA) di Tennessee. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi remaja itu dijerat dengan tuduhan kepemilikan senjata api secara ilegal.
Perayaan Halloween di AS berlangsung pada Sabtu (31/10), ditandai dengan berbagai kegiatan, termasuk parade dan acara kostum berskala besar di sejumlah kota. Pada 2026, perayaan tersebut jatuh pada akhir pekan, kondisi yang terakhir terjadi pada 2020 dan diperkirakan kembali terulang pada 2037.
Besarnya jumlah korban dalam rangkaian kejadian tersebut kembali menyoroti risiko kekerasan bersenjata di ruang publik, kawasan permukiman, dan kegiatan sosial. Data yang dihimpun para analis menunjukkan bahwa insiden penembakan selama periode tersebut menimbulkan dampak luas, mulai dari korban jiwa hingga luka-luka yang dialami masyarakat di berbagai wilayah AS. []
Redaksi 03

