Ancaman Pembunuhan terhadap PM Polandia Terungkap Lewat Jejak Internet

Ancaman Pembunuhan terhadap PM Polandia Terungkap Lewat Jejak Internet

Bagikan:

Kepolisian Polandia menangkap seorang pria berusia 60-an tahun yang diduga merencanakan serangan terhadap Perdana Menteri Donald Tusk dan Menteri Pertahanan Wladyslaw Kosiniak-Kamysz setelah menelusuri aktivitas daring dan ancaman terhadap kedua pejabat tersebut.

WARSAWA – Aktivitas di internet menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan dugaan rencana pembunuhan terhadap Perdana Menteri Polandia Donald Tusk dan Menteri Pertahanan Wladyslaw Kosiniak-Kamysz. Kepolisian Polandia menangkap seorang pria berusia 60-an tahun di wilayah Silesia Hilir, Polandia barat daya, pada Senin (12/10/2026), setelah aparat menelusuri ancaman terhadap kedua pejabat tersebut.

Menteri Dalam Negeri Polandia Marcin Kierwinski mengatakan, tersangka terlacak melalui analisis terhadap konten yang diunggah secara daring. Polisi kini mendalami aktivitas internet, kontak, serta kemungkinan hubungan pria tersebut dengan kelompok radikal.

“Aparat berhasil melacaknya melalui analisis menyeluruh terhadap konten yang diunggah secara daring,” ujar Kierwinski.

Kierwinski menegaskan penyelidikan belum mengungkap adanya keterlibatan pihak asing. Aparat masih mengumpulkan informasi untuk memastikan latar belakang tersangka dan tingkat keseriusan ancaman yang disampaikan.

“Pada tahap ini, mungkin terlalu dini untuk menyatakan adanya kemungkinan keterlibatan pihak asing,” ujar Kierwinski, sebagaimana diberitakan Detikcom, Senin (12/10/2026).

Ia menambahkan, penyidik menduga pria tersebut berhubungan melalui internet dengan individu-individu yang memiliki pandangan radikal.

“Tampaknya ini adalah seseorang dari kelompok yang sangat radikal, yang menjalin kontak sangat radikal melalui internet dengan berbagai pihak,” ujar Kierwinski.

Kementerian Dalam Negeri Polandia menyatakan penyelidikan masih berlangsung. Polisi juga menggeledah kediaman tersangka untuk memverifikasi informasi yang telah diperoleh dan mencari bukti tambahan terkait dugaan rencana serangan.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Karolina Galecka mengatakan aparat masih memeriksa informasi mengenai pria yang ditangkap tersebut.

“Informasi mengenai pria ini tentu saja akan diverifikasi oleh pihak kepolisian,” ujar Galecka.

Penangkapan itu dilakukan setelah Kementerian Dalam Negeri menerima informasi dari Dinas Perlindungan Negara (SOP) mengenai potensi ancaman terhadap Tusk dan Kosiniak-Kamysz. Pada Minggu (11/10/2026), kepolisian, SOP, dan badan keamanan dalam negeri menggelar pertemuan untuk membahas ancaman tersebut.

Tusk sebelumnya mengonfirmasi penangkapan pria yang diduga mengancam melakukan serangan dan memuji langkah cepat aparat dalam menangani kasus itu.

“Pria yang mengancam akan melakukan serangan itu telah ditahan,” ujar Tusk.

Jacek Dobrzynski, juru bicara menteri koordinator layanan khusus Polandia, mengatakan ancaman terhadap pejabat negara ditangani secara serius. Ia menyebut ancaman terhadap pejabat Polandia semakin sering terjadi dan penyidik masih berupaya memastikan apakah ancaman dalam kasus ini memiliki potensi nyata.

“Kami menanggapi masalah ini dengan sangat serius,” ujar Dobrzynski.

Kasus tersebut muncul ketika Polandia, anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Uni Eropa, meningkatkan kewaspadaan setelah sejumlah insiden kekerasan dalam sepekan terakhir. Kepolisian sebelumnya menyatakan hampir 64.000 institusi telah diperiksa dan 117 orang ditahan setelah insiden kekerasan di lingkungan sekolah.

Meski demikian, belum ada kesimpulan bahwa rangkaian insiden tersebut berkaitan dengan dugaan rencana pembunuhan terhadap Tusk dan Kosiniak-Kamysz. Penyidik masih harus menguji bukti, menelusuri hubungan tersangka, dan memastikan apakah ancaman tersebut merupakan rencana yang benar-benar akan dijalankan. []

Redaksi 03

Bagikan:
Internasional Kriminal