BARCELONA – Kerusuhan dalam demonstrasi pemuda antikemapanan di pusat Kota Barcelona, Spanyol, pada Sabtu (24/10/2026) berujung pada penangkapan sekitar 100 orang, kebakaran di lebih dari 30 titik, serta perusakan dan penjarahan 14 toko. Insiden tersebut juga melibatkan sejumlah demonstran di bawah umur dan memaksa pelaku usaha di sekitar lokasi menutup toko mereka.
Kerusuhan terjadi di sekitar Plaça de Catalunya dan meluas ke sejumlah jalan di sekitarnya. Aparat kepolisian menutup beberapa ruas jalan untuk mengendalikan situasi, sementara petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar tempat sampah, barikade, dan sepeda.
Rekaman video yang dikutip Viory memperlihatkan sejumlah orang memecahkan pintu kaca dan memasuki sebuah toko. Rekaman lainnya menunjukkan petugas pemadam kebakaran bekerja di tengah jalan yang dipenuhi puing-puing, sementara polisi antihuru-hara menangkap sejumlah orang ketika massa berlarian meninggalkan lokasi.
Menteri Dalam Negeri Katalonia, Nuria Parlon, mengatakan sekitar seperempat dari orang-orang yang ditangkap merupakan anak di bawah umur. Data tersebut menyoroti keterlibatan remaja dalam demonstrasi yang berakhir ricuh.
Menurut kepolisian Katalonia, sejumlah demonstran mengenakan penutup wajah, melemparkan batu dan benda lainnya ke arah petugas, membakar tempat sampah, serta membangun barikade darurat. Tindakan tersebut memperburuk situasi dan mendorong aparat mengambil langkah pengamanan di kawasan pusat kota.
Demonstrasi itu sebelumnya dipromosikan melalui media sosial dengan slogan-slogan antikemapanan. Salah satu slogan yang digunakan adalah “Instituts Indignats”, yang berarti “Sekolah Menengah yang Geram”. Slogan tersebut disebut menggemakan gerakan protes mahasiswa di Prancis.
Wali Kota Barcelona, Jaume Collboni, menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas kerusuhan akan menghadapi proses hukum. Ia juga menyinggung kemungkinan pertanggungjawaban orang tua atau wali apabila pelaku yang terlibat masih di bawah umur.
“Pihak yang bertanggung jawab atas kerusuhan akan menghadapi konsekuensi hukum, yang berpotensi mencakup wali atau orang tua dari anak di bawah umur yang terlibat,” ujar Collboni, sebagaimana diberitakan Viory, Minggu (25/10/2026).
Kerusakan toko, kebakaran, dan penutupan jalan menjadi dampak langsung kerusuhan tersebut terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian setempat. Penanganan lebih lanjut oleh aparat diharapkan dapat mengungkap keterlibatan setiap pihak, sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. []
Redaksi1

