Belum Ada WNI Dilaporkan Jadi Korban Tabrakan Kereta di Spanyol

Belum Ada WNI Dilaporkan Jadi Korban Tabrakan Kereta di Spanyol

Bagikan:

Kemlu RI melalui KBRI Madrid berkoordinasi dengan otoritas perkeretaapian Spanyol untuk memastikan kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban tabrakan dua kereta cepat, sementara proses identifikasi masih berlangsung.

SPANYOL – Pemerintah Indonesia memperkuat koordinasi dengan otoritas Spanyol untuk memastikan ada atau tidaknya warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tabrakan dua kereta cepat di negara tersebut. Hingga Jumat (30/10/2026), belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban dalam kecelakaan maut tersebut, sementara proses identifikasi korban masih berlangsung.

Pemantauan dilakukan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Madrid. Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan keselamatan warga Indonesia sekaligus memperoleh informasi resmi mengenai kemungkinan adanya WNI yang terdampak insiden tersebut.

Direktorat Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI telah berkoordinasi dengan Adif, otoritas yang bertanggung jawab atas pengelolaan infrastruktur perkeretaapian di Spanyol. Koordinasi tersebut difokuskan pada penelusuran identitas korban dan kemungkinan keterlibatan warga negara Indonesia.

“KBRI Madrid juga meminta informasi mengenai kemungkinan adanya WNI yang terdampak kecelakaan tersebut,” demikian keterangan Direktorat PWNI-BHI Kemlu RI, Jumat (30/10/2026), sebagaimana diberitakan Tintahijau, Jumat, (30/10/2026).

Dalam proses identifikasi, Adif menyampaikan bahwa otoritas setempat menggunakan nomor identitas warga negara asing atau Número de Identidad de Extranjero (NIE) sebagai salah satu acuan untuk mengenali korban.

Informasi mengenai perkembangan identifikasi selanjutnya akan dikoordinasikan melalui Kementerian Luar Negeri Spanyol. Mekanisme tersebut diharapkan dapat membantu memastikan kewarganegaraan para korban secara lebih akurat.

Hingga informasi ini disampaikan, proses identifikasi masih berjalan sehingga kemungkinan adanya WNI yang terdampak belum dapat dipastikan sepenuhnya. Pemerintah Indonesia melalui KBRI Madrid terus mengupayakan komunikasi dengan pihak terkait agar perkembangan informasi dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

Koordinasi lintas negara tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memberikan pelindungan kepada WNI di luar negeri, terutama ketika terjadi keadaan darurat yang melibatkan korban dari berbagai kewarganegaraan. []

Redaksi 01

Bagikan:
Internasional Laka