Bukan Sekadar Festival, Erau Ditargetkan Gerakkan Ekonomi Kukar

Bukan Sekadar Festival, Erau Ditargetkan Gerakkan Ekonomi Kukar

Bagikan:

Pemkab Kukar mendorong Erau dan festival daerah menjadi pemantik agar wisatawan tidak sekadar singgah, tetapi tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di daerah.

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mendorong pelaksanaan Erau Adat Kutai tidak berhenti sebagai agenda budaya tahunan, tetapi menjadi pintu masuk untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja mereka di daerah.

Wakil Bupati (Wabup) Kukar Rendi Solihin mengatakan keberadaan festival dan pengembangan destinasi wisata harus berjalan beriringan agar kunjungan wisatawan memberikan dampak yang lebih luas bagi daerah. Menurutnya, wisatawan yang datang ke Kukar diharapkan tidak sekadar menghadiri kegiatan, kemudian langsung meninggalkan daerah.

“Kutai Kartanegara harus menjadi destinasi, bukan hanya tempat untuk persinggahan yang short term,” ujarnya sebagaimana diberitakan Prokal, Senin, (21/09/2026).

Rendi menilai pola kunjungan tersebut perlu diubah dengan menyediakan lebih banyak alasan bagi wisatawan untuk tinggal dan menghabiskan waktu di Kukar. Kehadiran festival seperti Erau dapat menjadi pemantik awal, sedangkan destinasi dan aktivitas wisata lainnya diharapkan membuat wisatawan memperpanjang kunjungannya.

“Orang harus spend uangnya di Kutai Kartanegara. Baru Kutai Kartanegara bisa meningkat di pariwisatanya secara keseluruhan,” tegas Rendi.

Menurut Rendi, upaya tersebut tetap dijalankan di tengah efisiensi anggaran. Festival dan destinasi wisata dinilai tetap diperlukan untuk menjaga daya tarik Kukar sekaligus memperkuat aktivitas pariwisata.

“Menunjukkan tren yang baik, terjadi peningkatan. Walaupun di tengah efisiensi yang terjadi, kita tetap bisa bertahan, tetap ada festival-festival dilaksanakan, tetap ada bangunan-bangunan destinasi yang menjadi pemantik pariwisata di Kutai Kartanegara,” kata Rendi.

Ia mencontohkan Arbizz Space di Tuah Himba serta sejumlah destinasi lainnya yang terus dikembangkan. Menurutnya, keberadaan destinasi tersebut perlu dikaitkan dengan agenda festival agar wisatawan memiliki pilihan kegiatan selama berada di Kukar.

Erau Adat Kutai sendiri masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 sebagai salah satu dari 125 agenda terpilih yang dikurasi dari 38 provinsi di Indonesia. Masuknya Erau dalam agenda pariwisata nasional membuka ruang promosi yang lebih luas bagi budaya dan potensi wisata Kukar.

Namun, Rendi menilai keberadaan Erau dalam KEN harus diikuti dengan keberlanjutan penyelenggaraan serta pelestarian budaya. Festival tidak hanya dipandang sebagai kegiatan yang mendatangkan keramaian, tetapi juga sebagai sarana memperkenalkan identitas Kutai kepada masyarakat dari luar daerah.

“Ya sudah, festival seperti Erau ini harus tetap dilaksanakan dan dilestarikan,” katanya.

Rendi juga mendorong agar festival tidak hanya terpusat pada Erau. Setiap kecamatan di Kukar dinilai memiliki potensi budaya dan daya tarik yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari rangkaian promosi pariwisata daerah.

Pemkab Kukar karena itu mendorong konsep One District, One Festival, sehingga setiap kecamatan mempunyai ruang untuk menampilkan karakter dan potensi masing-masing.

“Tahun depan harusnya ada One Company, One Festival,” tambahnya.

Menurut Rendi, keberlanjutan berbagai festival tersebut juga berkaitan dengan pergerakan ekonomi masyarakat. Dampaknya dapat dilihat dari aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga tingkat keterisian hotel ketika kegiatan berlangsung.

Dengan konsep tersebut, Erau tidak hanya ditempatkan sebagai pertunjukan budaya, tetapi menjadi bagian dari strategi memperkenalkan Kukar sebagai tujuan wisata. Festival diharapkan menjadi pintu masuk, sementara destinasi, kegiatan wisata, UMKM, dan sektor akomodasi menjadi bagian yang memperpanjang manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan. []

Redaksi08

Bagikan:
Advertorial Diskominfo Kukar Headlines