JOMBANG – Sebanyak sembilan penumpang Bus Sudiro Tunggal Jaya mengalami luka-luka setelah bus yang mereka tumpangi terguling dan melintas hingga ke jalur berlawanan di ruas Tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Kamis (21/05/2026) pagi. Kecelakaan tunggal itu diduga dipicu pengemudi yang mengantuk saat melaju di lajur cepat.
Insiden terjadi sekitar pukul 05.20 WIB di KM 686+700 jalur A Tol Jomo. Bus bernomor polisi AE-7264-UP yang melaju dari arah Magetan menuju Surabaya tiba-tiba oleng ke kanan sebelum menghantam median jalan dan terguling.
Kepala Unit (Kanit) Patroli Jalan Raya (PJR) Jawa Timur (Jatim) III, Sudirman, mengatakan bus awalnya melaju normal di jalur cepat sebelum kehilangan kendali.
“Setiba di KM 686 + 700 jalur A ruas tol Jombang – Mojokerto, diduga pengemudi mengantuk sehingga kendaraan oleng ke kanan. Bus kemudian terperosok ke parit median tengah dan menabrak beton,” ujarnya, sebagaimana dilansir Kabarjombang, Kamis (21/05/2026).
Benturan keras membuat badan bus terguling dan menerobos pembatas pengaman hingga sebagian badan kendaraan masuk ke jalur berlawanan.
“Kendaraan bus tersebut terguling dan menabrak pagar pengaman (wire rope) sehingga posisi akhir badan bus melintas sampai ke Jalur B (jalur berlawanan),” imbuhnya.
Akibat kecelakaan tersebut, lima orang mengalami luka berat dan empat lainnya luka ringan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Korban luka berat meliputi pengemudi bus Andi Awan Prabowo (37), warga Unggulrejo, serta empat penumpang yakni Sugeng (38) asal Madiun, Alfian (38) asal Menur Surabaya, Suyono (52) asal Kutisari Surabaya, dan Seindah Mawarni (53) asal Dukuh Kupang Surabaya.
Sementara korban luka ringan terdiri atas kondektur Nur Yasin (35) asal Geneng, Ngawi, serta tiga penumpang yakni Fitriana (60) asal Magetan, Primson (49) asal Gubeng Surabaya, dan Ayu Dyah Siti Maisaroh (31) asal Magetan.
Petugas PJR Jatim III bersama pengelola jalan tol langsung mengevakuasi korban menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi juga melakukan pengaturan lalu lintas di kedua arah guna mencegah kemacetan selama proses evakuasi bangkai bus berlangsung.
Selain sembilan korban luka, delapan penumpang lain yang tercatat dalam manifes dilaporkan selamat tanpa mengalami cedera. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. []
Redaksi05

