KARANGASEM – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Karangasem mengungkap dugaan praktik pengoplosan gas liquefied petroleum gas (LPG) subsidi di sebuah gudang di Lingkungan Desa, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem, dengan mengamankan sejumlah pekerja dan ratusan tabung gas berbagai ukuran.
Penggerebekan tersebut merupakan hasil penyelidikan yang telah dilakukan sejak Senin (20/04/2026), menyusul adanya dugaan penyalahgunaan distribusi gas bersubsidi yang dialihkan ke tabung nonsubsidi.
Berdasarkan temuan di lokasi, petugas mendapati aktivitas pemindahan isi tabung LPG 3 kilogram bersubsidi ke tabung berukuran lebih besar, seperti 5,5 kilogram, 12 kilogram, hingga 50 kilogram. Selain itu, turut diamankan peralatan yang diduga digunakan dalam proses pengoplosan, seperti pipa berbahan kuningan dan besi batangan.
Dalam operasi tersebut, polisi juga menyita dua unit truk jenis Isuzu ELF yang diduga digunakan untuk mengangkut gas hasil oplosan, serta ratusan tabung gas berbagai ukuran, termasuk tabung 3 kilogram, 5,5 kilogram, 12 kilogram berwarna merah muda dan biru, serta tabung 50 kilogram.
Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Karangasem (Karangasem) I Nengah Artono membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut. Namun, ia menyebutkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung sehingga detail perkara belum dapat disampaikan secara lengkap. “Ya benar, kasus masih dalam tahap pengembangan dan pihak kepolisian akan segera merilis informasi lengkap terkait pengungkapan praktik pengoplosan gas subsidi tersebut,” ujarnya, sebagaimana dilansir Balipuspanews, Sabtu, (25/04/2026).
Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami peran masing-masing pekerja yang diamankan serta alur distribusi gas oplosan tersebut. Dugaan praktik ini dinilai berpotensi merugikan negara sekaligus membahayakan masyarakat karena tidak memenuhi standar keselamatan.
Pengungkapan kasus ini diharapkan menjadi langkah awal dalam penertiban distribusi LPG subsidi agar tepat sasaran serta mencegah praktik penyalahgunaan yang merugikan masyarakat luas. []
Redaksi05

