Harga Rumah Melonjak, Protes Krisis Hunian Berujung Bentrokan

Harga Rumah Melonjak, Protes Krisis Hunian Berujung Bentrokan

Bagikan:

Polisi Portugal membubarkan kamp tenda demonstran di Lisbon dan Porto yang memprotes kebijakan sewa serta krisis perumahan, menyebabkan 13 orang ditangkap dan puluhan lainnya terluka.

LISBON – Krisis perumahan yang semakin membebani masyarakat Portugal memicu bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan setelah polisi membubarkan kamp tenda di Lisbon dan Porto, Minggu (1/11/2026). Operasi pembubaran tersebut menyebabkan 13 orang ditangkap dan puluhan lainnya terluka ketika petugas menggunakan perisai serta tongkat pemukul untuk membubarkan massa.

Aksi itu merupakan bagian dari gelombang protes terhadap kebijakan perumahan pemerintah Portugal. Ribuan orang sebelumnya turun ke jalan di pusat Lisbon untuk mendesak pemerintah minoritas berhaluan kanan-tengah menarik rancangan undang-undang (RUU) tentang sewa properti yang dinilai berpotensi memperburuk krisis hunian.

Setelah demonstrasi, para pengunjuk rasa mendirikan lebih dari 50 tenda di Alun-alun Rossio, Lisbon. Mereka bertahan di lokasi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak menjawab persoalan keterjangkauan tempat tinggal.

Polisi mendatangi kawasan perkemahan sekitar pukul 04.30 waktu setempat atau 04.30 Greenwich Mean Time (GMT). Puluhan petugas, sebagian di antaranya membawa anjing pelacak, diterjunkan untuk membongkar tenda dan mengosongkan area.

Sebelum operasi dilakukan, Komandan Polisi Iuri Rodrigues telah tiga kali memperingatkan demonstran agar membongkar tenda secara sukarela. Ia menyatakan tenda yang dinilai didirikan secara ilegal akan dibongkar apabila tidak dipindahkan. Demonstran yang melakukan perlawanan juga dapat dikenai tuduhan pembangkangan.

Namun, ratusan orang berusaha mempertahankan kamp tersebut. Polisi kemudian menggunakan perisai dan tongkat pemukul untuk membubarkan massa. Konfrontasi itu menjadi salah satu insiden terbaru dalam rangkaian protes terkait tingginya biaya perumahan di negara tersebut.

Pembubaran serupa juga berlangsung di Alun-alun Dom Joao I, Porto. Kamp tenda di kota tersebut dibongkar meskipun jumlahnya lebih kecil dibandingkan perkemahan di Lisbon.

Krisis perumahan Portugal menjadi salah satu persoalan serius di Eropa, terutama bagi kelompok muda. Harga rumah di negara itu meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2017, sedangkan harga sewa untuk kontrak baru melonjak hampir dua kali lipat.

Dalam beberapa pekan terakhir, protes atas kenaikan biaya hunian semakin meluas. Fenomena serupa juga terjadi di Spanyol, Prancis, dan Jerman, seiring meningkatnya tekanan biaya perumahan terhadap masyarakat.

Rangkaian peristiwa di Lisbon dan Porto memperlihatkan bahwa persoalan perumahan tidak hanya memicu tuntutan perubahan kebijakan, tetapi juga meningkatkan ketegangan antara masyarakat dan aparat. Pemerintah Portugal menghadapi desakan untuk merumuskan kebijakan yang dapat memperluas akses hunian terjangkau, terutama bagi generasi muda, sebagaimana diberitakan Detik, Minggu (01/11/2026). []

Redaksi 01

Bagikan:
Hotnews Internasional Konflik