Hari Kelima, Mahasiswa Unika yang Tenggelam di Danau Toba Masih Dicari

Hari Kelima, Mahasiswa Unika yang Tenggelam di Danau Toba Masih Dicari

Bagikan:

MEDAN – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan memperluas area pencarian mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas (Unika) Medan, Christoper Rustam (21), yang hilang tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Danau Toba, Sumatera Utara, sejak Sabtu (11/04/2026). Memasuki hari keempat pencarian, radius operasi diperlebar hingga 200 meter dari titik awal korban dilaporkan hilang.

Upaya pencarian terus dilakukan secara intensif dengan metode penyelaman di titik berkedalaman 40 meter, disertai penyisiran permukaan dan metode alternatif lainnya. Namun hingga hari kelima, Rabu (15/04/2026), korban masih belum ditemukan.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Toba, Khairuddin, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus bawah air.

“Untuk pencarian saat ini, tim gabungan memperluas pencarian korban dengan radius 200 meter dari titik lokasi korban tenggelam dengan titik selam di kedalaman 40 meter,” ujar Khairuddin, sebagaimana dilansir Kompas, Selasa (15/04/2026).

Menurutnya, proses pencarian pada hari sebelumnya bahkan berlangsung hingga malam hari. Selain penyelaman, tim juga melakukan upaya pencarian manual dengan pendekatan lain.

“(Pencarian sempat) dilanjutkan secara manual dituntun guru spiritual hingga pukul 19.15 WIB, tetapi korban belum ditemukan,” ujar Khairuddin.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (11/04/2026) sekitar pukul 12.00 WIB saat Christoper bersama 59 mahasiswa lain dan seorang pendamping kampus berwisata ke Air Terjun Situmurun menggunakan Kapal Motor (KM) Sibole-Bole 01 Silima Lombu.

Setibanya di lokasi, korban bersama seorang rekannya berenang di sekitar jatuhan air terjun. Sekitar 20 menit kemudian, korban diduga mengalami kram pada kaki hingga akhirnya tenggelam.

“Melihat hal itu (teman korban) langsung cepat mengambil pelampung dari kapal dan berenang menghampiri korban, tetapi korban sudah tidak terlihat lagi. Setelah dilakukan pencarian korban belum ditemukan,” ujar Khairuddin.

Setelah menerima laporan, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Lumban Julu bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ajibata langsung melakukan operasi pencarian menggunakan kapal boat dan tim penyelam.

Pada hari kedua, tim kembali menurunkan peralatan yang lebih lengkap, termasuk alat pendeteksi tubuh di dalam air. Penyelam Basarnas bahkan telah mencapai kedalaman 40 meter, namun kondisi medan bawah danau menjadi hambatan serius.

“Tim penyelam Basarnas bahkan telah mencapai kedalaman hingga 40 meter. Namun, kondisi dasar danau yang belum terjangkau serta visibilitas yang terbatas menjadi kendala utama dalam proses pencarian,” tutur Khairuddin.

Hingga kini, operasi pencarian masih terus dilanjutkan dengan fokus pada area sekitar titik terakhir korban terlihat, sembari mengantisipasi perubahan arus di perairan Danau Toba. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa