IFY 2026 di Yekaterinburg Ditutup, 10.000 Pemuda dari 191 Negara Berpartisipasi

IFY 2026 di Yekaterinburg Ditutup, 10.000 Pemuda dari 191 Negara Berpartisipasi

Bagikan:

Festival Pemuda Internasional 2026 di Yekaterinburg mempertemukan sekitar 10.000 peserta dari 191 negara selama 11–17 September, termasuk sekitar 94 delegasi dari Indonesia.

YEKATERINBURG – Festival Pemuda Internasional atau International Festival of Youth (IFY) 2026 resmi berakhir di Yekaterinburg, Rusia, Kamis (17/09/2026), setelah berlangsung sejak 11 September. Sekitar 10.000 peserta dari 191 negara mengikuti perhelatan internasional tersebut, termasuk sekitar 94 delegasi dari Indonesia.

Festival yang dipusatkan di kompleks Yekaterinburg-EXPO itu mempertemukan pemuda dari berbagai negara dalam rangkaian kegiatan pendidikan, kebudayaan, dialog, wisata, hingga pertukaran gagasan. Selain peserta internasional, kegiatan tersebut juga melibatkan pemuda dari 89 wilayah di Rusia.

Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Wakil Kepala Pertama Administrasi Presiden Rusia Sergei Kiriyenko mengatakan luasnya keterwakilan negara menunjukkan besarnya partisipasi pemuda dalam forum tersebut.

“Di Perserikatan Bangsa-Bangsa ada 193 negara, dan di Yekaterinburg ini hadir delegasi dari 191 negara. Seluruh dunia terkumpul di sini,” ujar Kiriyenko dalam konferensi pers penutupan.

Indonesia menjadi salah satu negara yang mengirimkan delegasi dalam festival tersebut. Sekitar 94 pemuda Indonesia tercatat mengikuti IFY 2026 bersama ribuan peserta dari berbagai kawasan dunia.

Sepanjang penyelenggaraan, panitia mencatat sekitar 27.000 partisipasi dalam kegiatan tur di Yekaterinburg dan kawasan sekitarnya atau rata-rata hampir tiga tur per peserta. Rangkaian maraton edukasi Znanie.Pervye juga disebut menarik sekitar 12.000 pengunjung.

Program kuliner menjadi salah satu kegiatan yang mendapat perhatian besar. Panitia mencatat sekitar 45.000 porsi makanan dari berbagai tradisi kuliner disajikan selama festival, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan rencana awal sebanyak 20.000 porsi.

Program kebudayaan juga menghadirkan lebih dari 1.000 seniman, termasuk Vanya Dmitrienko, Dmitry Koldun, grup Uma2rman, serta sejumlah penampil lainnya.

Selain itu, dapur lapangan yang disediakan Kementerian Pertahanan Rusia melayani sekitar 10.000 orang dengan sajian bubur ala tentara. Peserta juga membawa pulang lebih dari 7.000 buku karya penulis Rusia yang tersedia dalam bahasa Rusia maupun bahasa asing.

Menurut data penyelenggara, hasil survei selama festival menunjukkan mayoritas peserta memberikan respons positif terhadap pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan. Sebanyak 68 persen responden disebut menjadikan rasa kagum sebagai kesan utama mereka.

Konten media sosial yang dibuat peserta asing selama festival juga disebut telah memperoleh lebih dari 1,5 miliar penayangan. Angka tersebut menunjukkan tingginya aktivitas peserta dalam membagikan pengalaman selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Boneka Cheburashka menjadi salah satu suvenir yang diberikan kepada peserta. Pada malam penutupan, peserta dari berbagai negara juga saling bertukar cendera mata sebagai bagian dari rangkaian akhir festival.

Lagu Matushka Zemlya turut menjadi salah satu lagu yang banyak dinyanyikan peserta dan disebut sebagai lagu kebangsaan tidak resmi festival sebelum para delegasi meninggalkan Yekaterinburg.

Gubernur Wilayah Sverdlovsk Denis Pasler menilai penyelenggaraan festival menjadi salah satu kegiatan internasional terbesar yang pernah digelar di wilayah tersebut dan turut memperkuat posisi Yekaterinburg sebagai kota penyelenggara kegiatan internasional.

Sementara itu, Wali Kota Yekaterinburg Alexei Orlov mengusulkan agar warisan festival tetap dimanfaatkan untuk kegiatan kepemudaan mendatang. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah penggunaan slogan “Yekaterinburg — Kota Pemuda Dunia” serta pemanfaatan instalasi dan sejumlah elemen festival untuk program kepemudaan berikutnya.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga hadir dalam rangkaian penutupan dan menyoroti posisi Yekaterinburg sebagai kota yang berada di titik pertemuan Eropa dan Asia. Para kosmonaut Rusia dari Stasiun Luar Angkasa Internasional turut menyampaikan sapaan kepada peserta.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pesan melalui sambungan video kepada peserta. Dalam pesannya, Putin menyinggung peran generasi muda dalam membangun “dunia baru yang terbuka dan inklusif”.

Penyelenggara berharap hubungan yang terbentuk antarpeserta tidak berhenti setelah festival berakhir, tetapi berkembang menjadi jaringan kerja sama di bidang pendidikan, ekonomi, budaya, teknologi, dan berbagai sektor lainnya. Bagi delegasi Indonesia, keikutsertaan dalam forum tersebut juga membuka ruang untuk memperluas jejaring dan kolaborasi dengan pemuda dari berbagai negara. []

Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Agnes Wiguna

Bagikan:
Headlines Internasional