Jasad Wanita di Bangkalan Diduga Pemilik Motor Tanpa Tuan di Suramadu

Jasad Wanita di Bangkalan Diduga Pemilik Motor Tanpa Tuan di Suramadu

Bagikan:

BANGKALAN – Misteri penemuan sepeda motor tanpa pemilik di Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) mulai menemukan titik terang setelah warga menemukan jasad perempuan mengapung di perairan Desa Kamal, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (05/05/2026) sore.

Petugas menduga jenazah tersebut merupakan perempuan berinisial RA (21), warga Kabupaten Sidoarjo, yang sebelumnya dilaporkan hilang bersama sepeda motor matik berwarna biru beberapa hari lalu.

Kepala Satuan Polisi Air (Kasat Polair) Kepolisian Resor (Polres) Bangkalan Muarib mengatakan jasad pertama kali ditemukan warga yang kemudian melapor kepada aparat.

“Kami melaksanakan evakuasi dibantu dengan Koramil Kamal dan Polsek Kamal serta masyarakat sekitar,” ujar Muarib, Rabu (06/05/2026).

Saat ditemukan, korban hanya mengenakan pakaian dalam bagian atas dan celana panjang hitam. Proses evakuasi dilakukan menggunakan bantuan personel gabungan sebelum jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah kami evakuasi kami bawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan,” ungkapnya.

Usai penemuan jasad tersebut, aparat langsung berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Kenjeran, Kota Surabaya. Sebelumnya, pada 29 April 2026, sebuah sepeda motor matik biru bernomor polisi L 5663 QW ditemukan terparkir tanpa pemilik di atas Jembatan Suramadu.

Di kendaraan itu juga ditemukan tas perempuan berwarna hitam yang masih tergantung di bagian kemudi. Motor tersebut kemudian diamankan ke Mapolsek Kenjeran.

“Dari sana, tadi malam pihak keluarga pemilik motor itu dihubungi dan diminta mengecek ke rumah sakit,” katanya.

Keluarga korban yang datang ke rumah sakit kemudian memastikan identitas jasad perempuan tersebut sebagai anggota keluarga mereka. Informasi itu sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu, (06/05/2026).

“Pihak keluarga mengonfirmasi bahwa benar itu anggota keluarganya,” ujar Muarib.

RA diketahui telah dilaporkan hilang sejak 28 April 2026. Saat meninggalkan rumah sekitar pukul 19.00 WIB, korban disebut mengenakan kaos dan celana panjang hitam sambil membawa sepeda motor biru serta tas pribadinya.

Sementara itu, dokter spesialis forensik RSUD Syamrabu Bangkalan Edy Suharto menyebut hasil visum sementara tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Kemungkinan meninggalnya memang karena tenggelam,” pungkas Muarib. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa