Kuliah Gratis Dikaji, Pemerintah Petakan Kebutuhan Tiap PTN

Kuliah Gratis Dikaji, Pemerintah Petakan Kebutuhan Tiap PTN

Bagikan:

Kemdiktisaintek telah menghitung kebutuhan pembiayaan mahasiswa dan memetakan kondisi seluruh PTN untuk menentukan skema serta tahapan penerapan pendidikan tinggi gratis.

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah memetakan kebutuhan pembiayaan mahasiswa di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai dasar menentukan tahapan penerapan pendidikan tinggi gratis. Kajian tersebut mencakup kebutuhan setiap kampus dan jumlah mahasiswa sebelum hasilnya dilaporkan kepada Presiden untuk menentukan skema pelaksanaannya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan pemerintah telah menghitung kebutuhan standar pembiayaan per mahasiswa sebagai bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pendidikan gratis hingga perguruan tinggi.

“Bapak Presiden sebenarnya pernah memerintahkan kami beberapa waktu lalu untuk melakukan kajian mengenai hal ini. Kami sudah mulai menghitung juga bagaimana kebutuhan yang standar per mahasiswa untuk seluruh PTN. Kita sudah kalkulasi,” kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Hasil penghitungan tersebut tidak hanya digunakan untuk mengetahui kebutuhan pembiayaan, tetapi juga menjadi dasar pemetaan kondisi masing-masing PTN. Pemerintah mempertimbangkan jumlah mahasiswa serta kebutuhan setiap perguruan tinggi agar rancangan kebijakan memiliki basis data yang lebih menyeluruh.

Kemdiktisaintek kemudian akan menyampaikan hasil kajian kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan skema dan tahapan penerapan pendidikan tinggi gratis. Pemerintah membuka kemungkinan kebijakan diterapkan secara menyeluruh apabila seluruh prasyarat telah terpenuhi.

Namun, apabila penerapan secara langsung belum memungkinkan, pemerintah menyiapkan opsi pelaksanaan secara bertahap. Skema tersebut bahkan mulai dipetakan untuk rentang waktu 2027 hingga 2029.

“Nanti tentu pada kesempatan pertama kami akan melaporkan kepada Bapak Presiden hitungan-hitungan kebutuhan untuk dapat menggratiskan seluruh PTN. Barangkali tentu juga kita akan melihat pentahapannya seperti apa, jika memang dapat langsung baik, tapi jika belum memadai atau belum memungkinkan kami juga akan membuat tahapan-tahapannya tahun 2027 bagaimana, 2028, hingga 2029. Ini yang sedang kami lakukan,” ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Sebagaimana diberitakan Antara, Selasa, (22/09/2026), proses penghitungan dan pemetaan masih berlangsung untuk memastikan rancangan kebijakan pendidikan tinggi gratis memiliki dasar pembiayaan yang memadai.

Pemerintah juga mempertimbangkan keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan di seluruh PTN. Artinya, kajian tidak hanya diarahkan pada pembebasan biaya yang ditanggung mahasiswa, tetapi juga kebutuhan penyelenggaraan pendidikan di masing-masing perguruan tinggi.

Dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi, Kemdiktisaintek turut mengevaluasi dukungan yang telah berjalan, termasuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Instrumen tersebut menjadi salah satu skema yang selama ini digunakan untuk membantu mahasiswa, khususnya dari kelompok ekonomi tidak mampu.

“Intinya, kita ingin optimal dan kita ingin memastikan akses perguruan tinggi itu semuanya bisa diikuti oleh mereka-mereka yang memang tidak mampu,” tutur Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Dengan demikian, penggratisan pendidikan di PTN masih memerlukan tahapan penghitungan kebutuhan, pemetaan kampus, penentuan skema pembiayaan, serta keputusan mengenai waktu penerapannya. Pemerintah selanjutnya akan menggunakan hasil kajian tersebut sebagai bahan untuk menentukan bentuk dan tahapan kebijakan pendidikan tinggi gratis. []

Redaksi08

Bagikan:
Hotnews Nasional