Prabowo dan Menlu Sugiono Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan

Prabowo dan Menlu Sugiono Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan

Bagikan:

KTT ASEAN-Rusia di Kazan menjadi momentum peringatan 35 tahun hubungan diplomatik kedua pihak sekaligus forum penguatan kerja sama strategis di bidang ekonomi, energi, pangan, maritim, dan keamanan kawasan.

KAZAN – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI), Sugiono, tiba di Kazan, Rusia, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN)-Rusia yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Kehadiran Sugiono menandai dimulainya partisipasi delegasi Indonesia dalam forum peringatan 35 tahun hubungan diplomatik ASEAN dan Rusia.

Kehadiran Menlu RI di Kazan dijadwalkan disusul Presiden RI Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri kabinet. Sejumlah pejabat tinggi yang disebut akan hadir antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta jajaran menteri bidang ekonomi.

Partisipasi Indonesia dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi regional dan global, terutama dalam kerja sama ekonomi, investasi, energi, ketahanan pangan, teknologi, infrastruktur, dan kemitraan maritim.

KTT ASEAN-Rusia digelar sebagai momentum penting untuk memperingati 35 tahun hubungan diplomatik kedua pihak. Hubungan resmi ASEAN dan Rusia dimulai pada 1991, kemudian berkembang setelah Rusia menjadi mitra dialog penuh ASEAN pada 1996. Pada 2018, kedua pihak menandatangani Deklarasi Kemitraan Strategis sebagai dasar penguatan kerja sama lintas sektor.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN Kao Kim Hourn dijadwalkan memimpin delegasi Sekretariat ASEAN dalam KTT tersebut atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kehadiran Sekjen ASEAN dinilai mempertegas komitmen kedua pihak untuk menjaga kesinambungan hubungan yang telah terjalin lebih dari tiga dekade.

Dalam forum ini, para pemimpin dijadwalkan membahas arah baru kerja sama ASEAN-Rusia untuk masa mendatang. Sejumlah isu yang menjadi fokus pembahasan meliputi penguatan kemitraan strategis, ekonomi, investasi, energi, ketahanan pangan, kerja sama maritim, stabilitas kawasan Indo-Pacific, perubahan iklim, dan keamanan siber.

KTT di Kazan juga dinilai penting karena ASEAN merupakan salah satu organisasi regional dengan pengaruh ekonomi besar. ASEAN memiliki penduduk sekitar 684,1 juta jiwa dengan produk domestik bruto (PDB) gabungan mencapai 3,9 triliun dolar Amerika Serikat (AS). Di sisi lain, Rusia memiliki pengalaman dan kapasitas di berbagai sektor yang dinilai dapat mendukung pembangunan kawasan Asia Tenggara.

Sebelumnya, KTT ASEAN-Rusia telah digelar di sejumlah kota, antara lain Kuala Lumpur pada 2005, Hanoi pada 2010, Sochi pada 2016, Singapura pada 2018, serta secara virtual pada 2021. KTT di Kazan diharapkan menghasilkan sejumlah dokumen bersama yang menjadi pedoman penguatan hubungan kedua pihak untuk satu dekade ke depan.

Kehadiran Presiden RI dalam forum ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menegaskan peran aktifnya dalam diplomasi kawasan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara berpengaruh di Asia Tenggara. Forum ini juga diharapkan membuka peluang kerja sama strategis yang lebih luas antara Indonesia, Rusia, dan negara-negara ASEAN. []

Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Agnes Wiguna

Bagikan:
Headlines Internasional