Radar Bandara Kuwait Diserang, Ketegangan Iran-AS Kian Memanas

Radar Bandara Kuwait Diserang, Ketegangan Iran-AS Kian Memanas

Bagikan:

KUWAIT CITY – Serangan yang dilaporkan menghantam fasilitas radar di bandara internasional Kuwait memicu respons diplomatik dan meningkatkan kekhawatiran terhadap meluasnya dampak konflik kawasan. Otoritas Kuwait menyatakan infrastruktur penerbangan sipil terdampak dan sejumlah orang mengalami luka dalam insiden yang terjadi pada Kamis (11/06/2026) waktu setempat.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena menyasar fasilitas yang berkaitan dengan operasional lalu lintas udara sipil di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Pemerintah Kuwait menyampaikan protes resmi dan menilai insiden tersebut berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan internasional.

Dalam pernyataan resminya, otoritas penerbangan sipil Kuwait menyebut sistem radar bandara mengalami kerusakan yang berdampak pada operasional. “Radar bandara menjadi sasaran pagi ini. Serangan tersebut melukai orang-orang serta menyebabkan kerusakan material dan kerugian signifikan yang memengaruhi fasilitas radar, peralatan, dan sistem manajemen lalu lintas udara,” tulis rilis resmi otoritas penerbangan sipil Kuwait dalam surat protes yang dilayangkan kepada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO), sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Jumat, (12/06/2026).

Kementerian luar negeri Kuwait kemudian mengeluarkan pernyataan diplomatik yang mengutuk serangan tersebut. Pemerintah setempat menilai tindakan itu melanggar kedaulatan negara dan menimbulkan risiko terhadap keamanan penerbangan sipil.

Sebelum insiden terjadi, militer Kuwait dilaporkan sempat mengaktifkan sistem pertahanan udara setelah mendeteksi objek yang melintas di wilayah udara negara tersebut. Langkah itu dilakukan setelah meningkatnya aktivitas militer di kawasan menyusul perkembangan konflik antara AS dan Iran.

Di sisi lain, pihak Iran menyampaikan bahwa operasi militer dilakukan sebagai respons terhadap dugaan penggunaan fasilitas di kawasan Teluk oleh militer AS. Dalam pernyataan resminya, militer Iran menyebut target serangan berkaitan dengan fasilitas militer di kawasan.

“Pasukan kami telah membombardir markas besar Angkatan Laut AS di Bahrain serta Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait,” tegas pihak militer Iran dalam siaran resminya tanpa memberikan penjelasan atau menyebutkan mengenai hantaman yang menyasar area bandara sipil.

Pemerintah Kuwait membantah tuduhan tersebut dan mengambil langkah diplomatik dengan mengusir dua staf kedutaan Iran. Langkah itu diambil sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dan insiden yang terjadi di wilayahnya.

Meski wilayah udara Kuwait kembali dibuka untuk penerbangan komersial setelah sempat ditutup sementara, otoritas setempat masih melakukan evaluasi keamanan serta pendataan dampak lanjutan dari serangan terhadap fasilitas penerbangan. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang