Rusia Gempur Ukraina Lagi, Korban Jiwa Bertambah di Sejumlah Wilayah

Rusia Gempur Ukraina Lagi, Korban Jiwa Bertambah di Sejumlah Wilayah

Bagikan:

KYIV – Gelombang serangan udara Rusia kembali menelan korban jiwa di berbagai wilayah Ukraina. Sedikitnya sembilan orang dilaporkan meninggal dunia dalam serangan yang terjadi pada Selasa (23/06/2026), termasuk enam korban di Wilayah Dnipropetrovsk yang berbatasan langsung dengan area garis depan pertempuran.

Korban terbanyak tercatat di Dnipropetrovsk. Tiga orang tewas dalam serangan yang menghantam Kota Kryvyi Rig, kampung halaman Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Otoritas setempat menyebut korban terdiri atas dua pria berusia 25 dan 34 tahun serta seorang perempuan berusia 54 tahun.

Gubernur Wilayah Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, mengungkapkan serangan terpisah di wilayah yang sama juga menewaskan tiga orang lainnya. Foto yang diunggah pemerintah daerah memperlihatkan puing-puing bangunan yang masih berasap akibat hantaman serangan.

Selain Dnipropetrovsk, korban jiwa juga dilaporkan terjadi di wilayah selatan Ukraina. Masing-masing satu warga dilaporkan meninggal dunia dalam serangan yang menghantam Odesa, Zaporizhzhia, dan Kherson.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas konflik antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir. Di saat yang sama, upaya diplomatik yang dimediasi Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang belum menunjukkan kemajuan berarti.

Menurut data Angkatan Udara Ukraina, Rusia meluncurkan 135 unit pesawat nirawak atau drone pada malam sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 118 drone diklaim berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai sasaran.

Perang yang telah berlangsung memasuki tahun kelima itu terus diwarnai saling serang antara kedua negara. Rusia secara rutin melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal ke berbagai wilayah Ukraina, sementara Kyiv meningkatkan operasi serangan jarak jauh yang menyasar fasilitas energi, depot bahan bakar, dan kilang minyak di wilayah Rusia yang dianggap mendukung pembiayaan perang.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan konflik masih jauh dari kata usai. Meningkatnya jumlah korban sipil dan intensitas serangan udara menjadi tantangan besar bagi upaya perdamaian yang hingga kini belum menghasilkan terobosan signifikan. Informasi ini sebagaimana dilansir AFP, Rabu, (24/06/2026). []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang