Sekuriti Tewas Bersimbah Darah di Gedung Mangkrak Surabaya

Sekuriti Tewas Bersimbah Darah di Gedung Mangkrak Surabaya

Bagikan:

SURABAYA – Polisi memburu pelaku pembunuhan terhadap seorang petugas keamanan berinisial DK (44) yang ditemukan tewas bersimbah darah di pos satpam sebuah gedung mangkrak di Jalan Sukomanunggal Asri, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Senin (11/05/2026) pagi. Dugaan sementara, pelaku membawa kabur telepon genggam milik korban usai kejadian.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenakan seragam sekuriti di dalam pos penjagaan kawasan gedung kosong yang telah lama tidak beroperasi. Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui saat pergantian jadwal jaga pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Salah seorang petugas kebersihan di lokasi mengatakan rekan sesama sekuriti awalnya merasa curiga karena lampu pos jaga belum dimatikan. Setelah diperiksa, korban ditemukan telah tergeletak dengan kondisi berlumuran darah.

“Yang menemukan itu sesama sekuriti. Jadi waktu mau tukar shift pagi, kok lampunya belum dimatikan. Pas masuk ke pos, korban sudah tergeletak,” ungkap dia.

Menurutnya, korban dikenal sebagai pribadi baik dan tidak pernah terlibat persoalan dengan warga sekitar maupun rekan kerja.

“Orangnya baik, sopan. Kalau shift siang sering kasih makan anak-anak kebersihan. Dievakuasi jam 10 tadi,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sukomanunggal M. Akhyar membenarkan adanya kasus dugaan pembunuhan tersebut. Polisi menerima laporan kejadian pada pukul 05.30 WIB dan langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

“Kejadian diketahui itu lapor jam 05.30 WIB tadi pagi. TKP di Pos Satpam atau Pos Security. Korbannya masih pakai pakaian security,” ujar Akhyar, sebagaimana diberitakan Idn Times, Senin (11/05/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga pelaku mengambil telepon genggam korban. Dugaan itu muncul karena barang lain milik korban, seperti sepeda motor dan kunci kendaraan, masih berada di lokasi.

“Sepeda motornya ada di samping, kemudian kuncinya sepeda motor nyantel. Nah ini dugaannya kita belum tahu, apa motifnya, apa modus operandi nya kita kan belum tahu kenapa kok hanya handphone nya aja yang diambil,” tuturnya.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan intensif bersama Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya untuk mengungkap identitas pelaku. Kendala penyelidikan muncul karena tidak terdapat kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

“CCTV-nya enggak ada. Karena gedung itu sudah lama mangkrak sekitar 5-6 tahunan mangkrak gedung itu. Belum terdeteksi pelakunya,” pungkasnya. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Kriminal