MOSKOW – Serangan drone besar-besaran yang diluncurkan Ukraina ke sejumlah wilayah Rusia, termasuk kawasan Moskow, menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai belasan warga. Otoritas Rusia menyebut serangan itu sebagai salah satu gelombang drone terbesar sejak konflik kedua negara berlangsung.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sekitar 600 drone menyerang 14 wilayah Rusia, termasuk Semenanjung Krimea, Laut Hitam, dan Laut Azov. Kawasan sekitar ibu kota Rusia dilaporkan menjadi salah satu area yang mengalami dampak paling parah.
Gubernur wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengatakan seorang perempuan tewas setelah drone menghantam sebuah rumah di Khimki, wilayah utara Moskow. Dua korban lainnya dilaporkan meninggal dunia di Desa Pogorelki, Distrik Mytishchi.
“Sejak pukul 3 pagi tadi, pasukan pertahanan udara telah memukul mundur serangan drone skala besar di wilayah ibu kota,” ungkap Vorobyov, sebagaimana dilansir The Guardian, Jumat (22/05/2026).
Selain menimbulkan korban jiwa, serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah gedung apartemen dan fasilitas infrastruktur. Tim penyelamat masih melakukan pencarian korban di lokasi bangunan yang terdampak.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui serangan tersebut sebagai bentuk respons terhadap operasi militer Rusia yang terus berlangsung di wilayah Ukraina.
“Tanggapan kami terhadap perpanjangan perang oleh Rusia dan serangannya terhadap kota-kota dan komunitas kami sepenuhnya dibenarkan. Kali ini, kemampuan jarak jauh Ukraina mencapai wilayah Moskow, dan kami dengan jelas mengatakan kepada Rusia bahwa negara mereka harus mengakhiri perang ini,” tutur Zelensky, dikutip dari Al Jazeera.
Pejabat Ukraina menyebut serangan Rusia juga masih berlangsung di sejumlah wilayah, termasuk Kharkiv. Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 15 permukiman dilaporkan menjadi sasaran serangan dan mengakibatkan tujuh warga mengalami luka-luka.
Rangkaian serangan itu terjadi di tengah munculnya sinyal kemungkinan pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin sempat mengisyaratkan peluang penghentian perang dalam waktu dekat.
Trump bahkan menyatakan Moskow dan Kyiv berpotensi mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. []
Redaksi05

