Serangan Udara di Gaza Tewaskan 5 Warga, Tiga di Antaranya Anak-anak

Serangan Udara di Gaza Tewaskan 5 Warga, Tiga di Antaranya Anak-anak

Bagikan:

GAZA – Serangan udara yang terjadi di wilayah utara Gaza kembali menelan korban jiwa, menewaskan lima warga sipil termasuk tiga anak-anak di tengah situasi gencatan senjata yang masih rapuh, Kamis (23/04/2026).

Insiden tersebut terjadi di kawasan Beit Lahia, tepatnya di sekitar Masjid Al-Qassam. Badan pertahanan sipil setempat menyebut serangan menyasar sekelompok warga yang sedang berada di lokasi, sehingga menyebabkan korban berjatuhan.

“Lima warga Palestina, termasuk tiga anak, tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan sekelompok warga sipil di dekat masjid Al-Qassam di Beit Lahia,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir AFP, Kamis (23/04/2026).

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza untuk penanganan lebih lanjut. “Jenazah mereka dibawa ke rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza,” lanjutnya.

Pihak rumah sakit mengonfirmasi telah menerima jenazah para korban, meski tidak merinci identitas maupun usia korban anak-anak tersebut.

Sementara itu, militer Israel menyatakan masih melakukan verifikasi terkait laporan serangan tersebut dan belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai insiden yang terjadi.

Peristiwa ini menambah daftar pelanggaran dalam masa gencatan senjata yang sebelumnya disepakati pada 10 Oktober 2023. Meski kesepakatan tersebut sempat meredakan konflik bersenjata antara Israel dan Hamas, kedua pihak hingga kini saling menuduh telah melanggar komitmen tersebut.

Berdasarkan data otoritas kesehatan di Gaza, sejak gencatan senjata diberlakukan, ratusan warga Palestina dilaporkan tetap menjadi korban kekerasan. Situasi ini menunjukkan bahwa stabilitas di wilayah tersebut masih jauh dari kata aman, dan risiko eskalasi konflik tetap terbuka jika tidak ada pengawasan serta komitmen kuat dari para pihak yang terlibat. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang