PASAMAN BARAT – Kebakaran hebat melanda tiga unit rumah toko (ruko) semi permanen di Jorong Simpang Empat, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Senin malam (18/05/2026). Api yang diduga berasal dari korsleting listrik menghanguskan bangunan usaha warga dan menyebabkan kerugian materiil mencapai sekitar Rp300 juta.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan padat penduduk dekat persimpangan lampu merah. Kobaran api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan terbuat dari kayu, sehingga memicu kepanikan warga sekitar.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pasaman Barat, Handoko, mengatakan petugas langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah menerima laporan masyarakat. Upaya pemadaman difokuskan untuk mencegah api merambat ke permukiman lain yang berada berdekatan dengan titik kebakaran.
“Dalam upaya pemadaman ini, tim kami di lapangan dibantu penuh oleh pihak rekan-rekan TNI, Kepolisian, dan Satuan Brimob. Kami menurunkan unit pemadam dari Posko Utama serta bantuan armada dari Posko Damkar Kinali. Penjinakan api juga diperkuat oleh unit Water Cannon milik Polres Pasbar dan Sat Brimob Pasbar,” ujar Handoko, sebagaimana dilansir KabarBaik, Selasa, (19/05/2026).
Petugas gabungan akhirnya berhasil mengendalikan api sebelum menjalar lebih luas ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
“Untuk korban jiwa atau luka-luka, alhamdulillah nihil. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai kurang lebih Rp300 juta karena struktur bangunan kayu dan seluruh isi toko tidak ada yang sempat diselamatkan,” tambah Handoko saat memberikan keterangan pada Selasa dini hari (19/5/2026).
Salah seorang warga, Ermailis, mengaku api pertama kali terlihat dari lantai dua salah satu ruko sekitar pukul 23.00 WIB. Menurutnya, api cepat menjalar karena material bangunan didominasi papan kayu.
“Api tiba-tiba saja sudah terlihat membesar dari bagian lantai dua. Karena bangunannya sebagian besar dari papan, api langsung menjalar cepat sekali ke ruko sebelah. Kami warga di sini panik dan tidak sempat menyelamatkan barang-barang di dalam,” tuturnya.
Berdasarkan pendataan sementara, tiga ruko yang terbakar digunakan sebagai tempat usaha warga. Satu unit merupakan usaha salon milik Jasmanidar, sedangkan dua bangunan lainnya dipakai Misran untuk usaha pakaian dan jilbab.
Setelah proses pemadaman selesai, aparat kepolisian memasang garis polisi di area kebakaran untuk kepentingan penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada hubungan arus pendek listrik, namun penyebab pasti masih didalami petugas. Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik, terutama di kawasan padat dengan bangunan semi permanen. []
Redaksi05

