BOGOR – Kebakaran yang melanda tiga rumah di kawasan Ranggamekar, Bogor Selatan, memaksa 17 warga mengungsi sementara setelah bangunan tidak lagi layak huni, meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka pada Selasa (21/04/2026).
Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.30 WIB dan menghanguskan tiga unit rumah yang dihuni enam Kepala Keluarga (KK). Api diduga berasal dari percikan listrik di salah satu kamar lantai dua saat penghuni mencoba menyalakan jaringan wifi setelah aliran listrik sempat padam.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor Theofilio Patrocinio Freitas menjelaskan, dugaan awal kebakaran mengarah pada korsleting listrik, meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan pihak terkait.
“Objek yang terbakar tiga unit rumah, dihuni 6 KK (Kepala Keluarga) atau 17 jiwa. Korban jiwa atau luka nihil, hanya materi,” kata Theo, sebagaimana diberitakan Detiknews, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, kronologi kejadian bermula dari aktivitas penghuni rumah yang hendak menyalakan perangkat wifi.
“Menurut saksi, penghuni rumah mau menyalakan wifi setelah listrik mati, saat sudah menyala ada percikan api muncul dari kamar di lantai dua. Untuk penyebab pasti kebakaran masih diselidiki instansi terkait,” kata Theo.
Dalam upaya pemadaman, Damkar Kota Bogor mengerahkan empat unit armada dari sejumlah markas komando (Mako), yakni Mako Sukasari, Mako Yasmin, dan Mako Cibuluh. Namun, proses penanganan sempat terkendala akses menuju lokasi.
“Empat unit pemadam yang diterjunkan ke lokasi. Di antaranya dari Mako Sukasari, Mako Yasmin dan Mako Cibuluh melakukan penanganan hingga akhir,” kata Theo.
Kendala utama berasal dari penutupan Jalan Danasasmita di kawasan Batutulis yang memaksa petugas mengambil jalur memutar melalui kawasan Bogor Nirwana Residence (BNR) dan jalan sempit dengan kondisi lalu lintas padat.
“Jadi memang ada kendala di lapangan, (lokasi) kebakaran sebenarnya dekat, kelihatan dari titik Mbah Dalam (Batutulis Bogor). Hanya kita harus memutar ke BNR, ke jalan sempit. Jadi menjauh dan melewati jalan sempit dan lalu lintasnya padat. Iya (memutar imbas Jalan Danasasmita ditutup karena amblas),” imbuhnya.
Diketahui, Jalan Danasasmita ditutup sejak terjadi longsor pada awal Maret 2025, sehingga akses warga menuju pusat Kota Bogor terganggu dan hingga kini masih menunggu proses pembangunan jalan pengganti oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar).
Petugas akhirnya berhasil mengendalikan api dalam waktu relatif singkat, dengan durasi pemadaman sekitar 15 menit dan proses pendinginan selama 30 menit.
“Lama pemadaman sekitar 15 menit, lama pendinginan sekitar 30 menit. Jadi total kurang lebih penanganan sekitar 45 menit. Tidak ada korban jiwa, maupun luka. Hanya kerugian materil diperkirakan kurang lebih mencapai Rp 300 juta,” kata Theo.
Saat ini, para penghuni rumah yang terdampak telah diungsikan sementara sambil menunggu penanganan lanjutan. Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di lingkungan permukiman padat serta kesiapan akses darurat untuk penanganan bencana kebakaran. []
Redaksi05

