Trump Larang Israel Serang Lebanon Usai Gencatan Senjata

Trump Larang Israel Serang Lebanon Usai Gencatan Senjata

Bagikan:

WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengambil langkah tegas dengan melarang Israel melanjutkan serangan ke Lebanon setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak yang berkonflik.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan larangan tersebut melalui media sosial Truth Social, menegaskan sikap Washington untuk meredam eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. “Israel tak boleh lagi membom Lebanon. U.S.A melarang mereka menyerangnya. Cukup ya cukup!!!,” kata Trump, sebagaimana dilansir AFP, Jumat (17/04/2026).

Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pukul 17.00 waktu setempat Eastern Standard Time (EST). Kesepakatan ini disebut sebagai langkah awal menuju stabilitas di wilayah yang sempat memanas akibat konflik bersenjata.

“Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 17.00 EST,” kata Trump dikutip dari Reuters.

“Kedua belah pihak ingin melihat perdamaian, dan saya percaya itu akan terjadi, dengan cepat,” tambahnya.

Trump juga mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun guna memastikan komitmen kedua negara dalam menghentikan konflik.

Selain itu, ia menginstruksikan Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, serta Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dalam mendorong terciptanya perdamaian jangka panjang.

Gencatan senjata tersebut juga mencakup kelompok Hizbullah yang sebelumnya terlibat dalam konflik. Ketegangan meningkat sejak 2 Maret ketika Hizbullah melancarkan serangan sebagai bentuk dukungan terhadap Iran, yang kemudian dibalas oleh Israel dengan serangan ke wilayah Lebanon.

“Hari ini mereka akan melakukan gencatan senjata, dan itu akan mencakup Hizbullah,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Langkah penghentian serangan ini diharapkan menjadi titik awal meredanya konflik regional yang berpotensi meluas, sekaligus membuka ruang diplomasi untuk menciptakan perdamaian yang lebih permanen di kawasan tersebut. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang