Venezuela Sita 2,9 Ton Narkotika di Laut Karibia, Empat Orang Ditahan

Venezuela Sita 2,9 Ton Narkotika di Laut Karibia, Empat Orang Ditahan

Bagikan:

Aparat Venezuela menyita 2.900,90 kilogram kokain dan ganja dari sebuah kapal nelayan serta menahan empat orang dalam operasi pemberantasan perdagangan narkotika di kawasan Laut Karibia.

CARACAS – Aparat Venezuela menyita hampir 2,9 ton narkotika dari sebuah kapal nelayan di kawasan Laut Karibia dan menahan empat orang yang diduga terkait dengan pengangkutan barang terlarang tersebut. Operasi ini menyoroti upaya penegakan hukum terhadap perdagangan narkotika lintas negara di jalur laut strategis kawasan Karibia.

Berdasarkan laporan media setempat yang mengutip keterangan otoritas Venezuela, total narkotika yang diamankan mencapai 2.900,90 kilogram. Barang bukti tersebut terdiri atas 1.173,50 kilogram kokain dan 1.727,40 kilogram ganja.

Petugas juga menyita 166 bal yang berisi 4.152 paket narkotika serta mengamankan kapal nelayan yang digunakan untuk mengangkut muatan tersebut. Namun, identitas empat orang yang ditahan dan perkembangan proses hukum mereka belum dijelaskan secara terperinci dalam laporan yang tersedia.

Informasi penyitaan tersebut dilaporkan media Venezuela pada Sabtu (17/10/2026). Keterangan yang beredar menyebutkan adanya kerja sama internasional dalam operasi pemberantasan narkotika di kawasan tersebut, termasuk keterlibatan Angkatan Laut Prancis. Meski demikian, rincian mengenai bentuk keterlibatan masing-masing pihak dalam penyitaan 2,9 ton narkotika itu masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Di sisi lain, media Prancis TF1 Info melaporkan bahwa Angkatan Laut Prancis menyita lebih dari 8,6 ton narkotika dalam sejumlah operasi pemeriksaan di Laut Karibia dan Samudra Atlantik pada 4–13 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 6,9 ton merupakan kokain dan 1,7 ton ganja. Angka itu merupakan akumulasi beberapa operasi terpisah sehingga tidak dapat disamakan dengan barang bukti dalam kasus kapal nelayan Venezuela.

Nama kapal yang diamankan juga belum dapat dipastikan. Sejumlah unggahan media sosial menyebut kapal tersebut bernama “Libertad”, tetapi informasi itu belum terkonfirmasi secara independen melalui laporan yang tersedia. Karena itu, nama kapal dan rincian lain yang belum didukung sumber tepercaya perlu menunggu keterangan resmi.

Laut Karibia merupakan jalur strategis yang menghubungkan kawasan Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan kepulauan Karibia. Posisi geografis tersebut menjadikan kawasan ini salah satu wilayah yang menjadi perhatian aparat dalam pemberantasan perdagangan narkotika lintas negara.

Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) mencatat Kolombia, Peru, dan Bolivia sebagai negara utama penghasil daun koka. Dalam jaringan distribusi internasional, kokain dari Amerika Selatan dapat diangkut melalui jalur laut menuju berbagai pasar, termasuk Amerika Utara dan Eropa.

Pengawasan terhadap jalur tersebut menghadapi tantangan berupa luasnya wilayah perairan, banyaknya pulau, serta keterlibatan berbagai yurisdiksi negara. Kondisi ini membuat pertukaran informasi intelijen dan koordinasi penegakan hukum lintas batas menjadi penting untuk mengungkap jaringan penyelundupan.

Pada Maret 2026, Badan Pelaksana Keamanan dan Kejahatan Komunitas Karibia (CARICOM IMPACS) bersama sejumlah mitra internasional meluncurkan kajian mengenai jaringan kriminal dan jalur perdagangan kokain dari kawasan Karibia menuju Eropa. Kajian tersebut menyoroti kompleksitas jaringan penyelundupan dan pentingnya kerja sama antarnegara.

Penyitaan hampir 2,9 ton narkotika dalam kasus Venezuela menjadi salah satu gambaran tantangan pemberantasan perdagangan gelap melalui jalur laut. Namun, penetapan tanggung jawab pidana terhadap orang-orang yang ditahan tetap harus didasarkan pada hasil penyidikan dan proses hukum yang berlaku. []

Redaksi 03

Bagikan:
Internasional Kriminal