JAKARTA – Sebanyak 140 personel gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dikerahkan untuk melakukan patroli keamanan di sejumlah titik rawan kriminalitas di wilayah DKI Jakarta pada Sabtu (23/05/2026) dini hari. Kegiatan patroli difokuskan untuk mencegah tindak kejahatan jalanan seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, hingga aksi tawuran warga.
Patroli dimulai dari Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Metro Jaya sekitar satu jam sebelum pergantian hari, Jumat (22/05/2026). Petugas kemudian bergerak menggunakan sepeda motor menuju sejumlah kawasan di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat yang dinilai rawan tindak kriminal.
Kepala Unit (Kanit) Pengamanan Obyek Vital dan Wisata (Waster) Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Metro Jaya, Muhammad Huda, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari patroli rutin yang ditingkatkan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
“Kegiatan rutin yang ditingkatkan untuk antisipasi C3: curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor) ya. Berikut juga untuk antisipasi tawuran warga ya untuk malam ini,” kata Muhammad Huda kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/05/2026), sebagaimana dilansir Kompas, Jumat (22/05/2026).
Sebelum patroli dimulai, petugas gabungan terlebih dahulu mengikuti pengarahan di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Dalam pelaksanaannya, aparat yang membawa senjata laras panjang beberapa kali berhenti untuk menertibkan aktivitas masyarakat di pinggir jalan, termasuk kendaraan taksi online yang parkir di bahu Jalan Jenderal Sudirman.
Setelah tiba di depan Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, personel dibagi menjadi beberapa tim untuk menyisir kawasan rawan kejahatan di Jakarta Selatan. Sementara tim lainnya bergerak menuju Jakarta Barat dan melakukan patroli hingga pagi hari.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, sebelumnya menyebut intensitas patroli keamanan terus ditingkatkan sepanjang 2026. Pada April lalu, jajaran kepolisian tercatat telah melaksanakan 27.915 patroli, sedangkan pada pekan ketiga Mei 2026 jumlah patroli mencapai 14.822 kegiatan.
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Ida Oetari, mengingatkan agar aparat kepolisian tidak hanya memusatkan perhatian pada kasus pencurian jalanan, tetapi juga tindak kriminal lain yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.
“Paling penting sehingga energi dari Polda Metro Jaya ini tidak terkuras hanya satu hal ini saja fokusnya, yaitu curat, curas, maupun curanmor, tetapi masih ada lagi tindak kriminal lain yang menjadi fokus oleh Polda Metro Jaya,” ujar Ida Oetari dalam konferensi pers, Jumat.
Polda Metro Jaya memastikan patroli gabungan akan terus digelar secara berkala untuk mempersempit ruang gerak pelaku kriminal sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat saat beraktivitas pada malam hingga dini hari. []
Redaksi05

