BOGOTA – Sedikitnya 48 orang dilaporkan tewas akibat bentrokan antarfaksi pembangkang bekas kelompok gerilya Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC) di wilayah Amazon, Kolombia, menjelang pelaksanaan pemilihan presiden pada 31 Mei mendatang. Peristiwa berdarah itu terjadi di Dusun Vereda Piripal sejak Senin (25/05/2026) hingga Kamis (28/05/2026) waktu setempat.
Korban tewas ditemukan menumpuk di lokasi bentrokan yang berada di kawasan terpencil Amazon Kolombia. Hingga kini, tim penyelamat dilaporkan belum berhasil mencapai area kejadian karena kondisi keamanan yang belum dipastikan sepenuhnya kondusif.
“Jenazah-jenazah itu tergeletak di sana dalam satu tumpukan, mereka perlu dievakuasi,” kata Wali Kota San Jose del Guaviare, Willy Rodriguez, sebagaimana dilansir AFP, Kamis (28/05/2020).
Informasi jumlah korban diperoleh dari laporan masyarakat setempat. Sumber militer kepada AFP menyebutkan bentrokan antarkelompok bersenjata itu telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Kekerasan bersenjata di Kolombia meningkat sejak FARC resmi meletakkan senjata pada 2016 setelah konflik panjang melawan pemerintah selama sekitar setengah abad. Sejumlah faksi kecil yang menolak proses damai kemudian muncul dan saling berebut pengaruh di wilayah bekas kekuasaan gerilyawan, termasuk perebutan jalur perdagangan narkoba dan area penambangan ilegal.
Situasi keamanan yang memanas terjadi menjelang pemungutan suara pemilihan presiden Kolombia. Pemerintah Kolombia mengerahkan kekuatan besar untuk menjaga stabilitas selama proses pemilu berlangsung.
Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez, mengatakan sebanyak 408 ribu personel keamanan telah diterjunkan dengan dukungan pesawat, kapal, drone, sistem anti-drone, serta kendaraan lapis baja guna memastikan pelaksanaan pemungutan suara berjalan aman dan damai. []
Redaksi05

