Bocah 11 Tahun yang Hanyut di Kali Kriyan Cirebon Ditemukan Meninggal Dunia

Bocah 11 Tahun yang Hanyut di Kali Kriyan Cirebon Ditemukan Meninggal Dunia

Bagikan:

CIREBON – Operasi pencarian bocah hanyut di Sungai Kali Kriyan, Kota Cirebon, akhirnya berakhir setelah Tim Search and Rescue (SAR) gabungan menemukan jasad Afandi, Rabu (06/05/2026) pagi. Korban berusia 11 tahun itu ditemukan meninggal dunia di kawasan bibir pantai sejauh sekitar 1,5 kilometer dari titik awal dilaporkan hilang akibat terseret arus sungai.

Kepala Koordinator Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos SAR Cirebon, Syarif Prabowo, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar pukul 07.36 WIB oleh nelayan yang tengah beraktivitas di sekitar pesisir. Penemuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada tim gabungan yang sejak dua hari terakhir melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai hingga muara.

“Kondisi korban tertelungkup, di bibir pantai yang jaraknya sekitar 1,5 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang. Korban sampai di titik ini karena hanyut tersapu derasnya aliran Sungai Kali Kriyan di hari pertama kejadian,” kata Syarif, sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu (06/05/2026).

Tim SAR gabungan yang terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Basarnas, relawan, dan warga langsung mengevakuasi korban menggunakan perahu karet menuju daratan. Setelah dilakukan identifikasi singkat oleh keluarga, jasad korban dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka.

Menurut Syarif, pencarian korban sempat mengalami kendala akibat derasnya debit air Sungai Kali Kriyan pada hari pertama kejadian. Tim di lapangan menduga tubuh korban sempat tertahan di bawah permukaan air sehingga tidak terdeteksi oleh pemantauan visual maupun penggunaan drone thermal.

Setelah debit air mulai menurun, tubuh korban diduga terbawa arus menuju kawasan pesisir hingga akhirnya muncul ke permukaan dan ditemukan nelayan setempat.

Basarnas turut mengingatkan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak di area aliran sungai. Orang tua diminta memperketat pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Selain itu, aparat wilayah diminta segera memasang papan peringatan di titik-titik rawan sungai yang memiliki arus deras dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Diketahui, Afandi sebelumnya dilaporkan hanyut saat bermain air bersama tiga temannya di sekitar Jembatan Kesunean, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Senin (04/05/2026) petang. Korban terseret arus deras dan sempat hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa