Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Satpam di Surabaya dalam Hitungan Jam

Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Satpam di Surabaya dalam Hitungan Jam

Bagikan:

SURABAYA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang penjaga kantor di Jalan Raya Sukomanunggal Jaya Nomor 107, Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Kurang dari 24 jam setelah kejadian, polisi berhasil mengamankan seorang terduga pelaku di wilayah Surabaya, Senin (11/05/2026).

Korban diketahui bernama Deki, 34 tahun, warga Pesapen, Surabaya Utara. Ia ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusuk di pos penjagaan kantor tempatnya bekerja sebagai petugas keamanan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Surabaya Eddy menyatakan terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

“Betul, terduga pelaku sudah kami amankan,” kata Eddy, sebagaimana dilansir JPNN, Senin (11/05/2026).

Eddy menjelaskan, penangkapan dilakukan Tim Jatanras sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Surabaya. Namun, kepolisian masih mendalami identitas lengkap serta motif pembunuhan tersebut.

“Terkait identitas serta motif pelaku melakukan pembunuhan masih terus dikembangkan dan nantinya akan diungkapkan usai penyelidikan selesai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sukomanunggal M Akhyar menjelaskan awal mula penemuan korban bermula ketika rekan kerja korban merasa curiga karena lampu kantor terus menyala dan seragam kerja korban masih berada di lokasi.

“Karena lampunya nyala terus, lalu temannya mengecek ke tempat musala kecil di situ karena korban ini memang taat sama agama. Dicek enggak ada, kemudian beralih ke pos security kok didepannya itu ada bercak darah,” jelas Akhyar.

Saat ditemukan, korban tergeletak di dalam pos penjagaan dengan enam luka tusuk di beberapa bagian tubuh, yakni leher kanan, punggung kiri, lengan kiri belakang, siku kiri, dada kanan, dan perut kiri.

Polisi juga menemukan fakta bahwa barang milik korban yang hilang hanya telepon genggam, sedangkan sepeda motor dan dompet korban masih berada di lokasi.

“Namun, barang yang diambil, hanya handphone saja, kendaraan milik korban tidak diambil oleh terduga pelakunya,” imbuh Akhyar.

Menurut Akhyar, kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya motif lain di balik pembunuhan tersebut. Polisi juga menduga korban sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya tewas.

“Jika dilihat dari luka korban kelihatannya ada perlawanan, karena nangkis, pakai siku atau lengan,” pungkas Akhyar.

Tim Identifikasi Forensik (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System/Inafis) turut menyisir area sekitar tempat kejadian perkara, termasuk atap bangunan dan semak-semak di radius 10 meter. Namun, hingga kini senjata tajam yang diduga digunakan pelaku belum ditemukan.

Bangunan kantor tempat kejadian diketahui sudah lama tidak berpenghuni dan tidak dilengkapi kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV). Polisi juga telah memeriksa sedikitnya lima saksi, termasuk rekan kerja korban dan pelapor.

Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kepolisian Daerah (Polda) Jatim untuk proses autopsi guna mendukung penyelidikan lebih lanjut. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Kriminal