Pakistan Kembali Mediasi AS-Iran, Proposal Damai Dibahas di Teheran

Pakistan Kembali Mediasi AS-Iran, Proposal Damai Dibahas di Teheran

Bagikan:

TEHERAN – Upaya mediasi Pakistan untuk menghentikan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali berlanjut setelah Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi menggelar pertemuan kedua dalam sepekan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Pertemuan tersebut membahas proposal kerangka penghentian perang dan negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Washington.

Pertemuan berlangsung di Teheran pada Jumat (22/05/2026) di tengah belum tercapainya kesepakatan permanen antara kedua negara. Fokus pembahasan diarahkan pada usulan penghentian konflik serta skema komunikasi diplomatik yang dimediasi Pakistan.

Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan pembicaraan kedua pejabat berfokus pada proposal terkait kontak tidak langsung Iran dan AS. Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Iranian Students News Agency (ISNA), menyebut pertukaran pesan kedua negara masih berlangsung guna mencari titik temu atas sejumlah perbedaan yang belum terselesaikan.

Menurut laporan tersebut, Naqvi membawa pesan dari pihak AS kepada pejabat Iran dalam kunjungan keduanya ke Teheran pekan ini. Sumber Pakistan yang dikutip ISNA juga menyebut Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir akan melakukan kunjungan apabila kerangka kesepakatan berhasil dicapai.

Iran sebelumnya mengajukan proposal 14 poin terkait penyelesaian konflik. Dalam usulan itu, Teheran meminta pembahasan mengenai program nuklir, termasuk uranium yang diperkaya, dilakukan secara terpisah dalam waktu 30 hari setelah gencatan senjata permanen diberlakukan.

Namun, Washington menginginkan isu nuklir diselesaikan terlebih dahulu sebelum kesepakatan damai permanen diterapkan. Perbedaan pandangan tersebut menjadi salah satu hambatan utama dalam proses negosiasi.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata antara AS dan Iran mulai berlaku sejak 8 April melalui mediasi Pakistan. Meski demikian, perundingan yang berlangsung di Islamabad hingga kini belum menghasilkan kesepakatan permanen. Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu sambil tetap memberlakukan blokade kapal terkait Iran, sebagaimana diwartakan Antara, Jumat, (22/05/2026). []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang