Bom Bunuh Diri Hantam Kereta Militer Pakistan, 24 Tentara Tewas

Bom Bunuh Diri Hantam Kereta Militer Pakistan, 24 Tentara Tewas

Bagikan:

QUETTA – Sedikitnya 24 tentara tewas dan 50 orang lainnya mengalami luka-luka setelah bom bunuh diri menghantam kereta api yang membawa personel militer dan keluarga mereka di Kota Quetta, Provinsi Balochistan, Pakistan, Minggu (24/05/2026). Serangan itu diklaim dilakukan kelompok separatis Balochistan Liberation Army (BLA).

Ledakan besar terjadi saat kereta melintas di kawasan Chaman Pattak, Quetta. Dampak ledakan membuat sejumlah gerbong rusak parah dan tergelincir dari jalur rel. Aparat keamanan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan pengamanan area.

“Kereta api tersebut sedang melewati sebuah sinyal di Chaman Pattak di Quetta ketika sebuah gerbong berisi bahan peledak menabrak salah satu gerbong yang mengakibatkan ledakan besar”, kata seorang pejabat setempat, sebagaimana diberitakan Kompas, Minggu (24/05/2026).

Kereta tersebut diketahui tengah membawa personel militer beserta anggota keluarga mereka dari Quetta menuju Peshawar untuk merayakan libur Idul Adha yang dijadwalkan mulai Selasa (26/05/2026).

Rekaman dan foto dari lokasi kejadian memperlihatkan gerbong kereta dalam kondisi hancur dan miring. Warga serta petugas terlihat mengevakuasi korban menggunakan tandu di tengah puing-puing kereta yang rusak akibat ledakan.

Seorang saksi mata bernama Mohammad Rahim mengaku terbangun setelah mendengar dentuman keras dari lokasi kejadian yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

“Saya dan keluarga saya langsung melompat dari tempat tidur ketika mendengar suara dentuman keras,” katanya.

“Saya mendengar teriakan dan tangisan perempuan dan anak-anak di gedung itu, termasuk keluarga saya,” sambungnya.

Saksi lain, Abdul Basit, mengatakan situasi di sekitar lokasi berubah panik sesaat setelah ledakan terjadi.

“Orang-orang mulai berlari mencari tempat berlindung,” ujarnya.

Sementara itu, warga bernama Mujib Ahmad mengaku kendaraannya rusak akibat kuatnya ledakan bom bunuh diri tersebut.

“Ketika saya mendengar ledakan itu, saya pikir itu pasti serangan. Saya keluar dari gedung dan melihat kehancuran. Mobil saya rusak total,” jelas dia.

Pejabat kepolisian setempat menyebut bahan peledak rakitan yang digunakan pelaku diperkirakan memiliki berat sekitar 35 kilogram. Ledakan juga menyebabkan kaca-kaca bangunan di sekitar lokasi pecah dan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan.

BLA mengklaim serangan tersebut menargetkan instalasi militer serta aparat kepolisian dan administrasi sipil. Kelompok separatis yang berbasis di Balochistan itu selama beberapa tahun terakhir memang meningkatkan serangan terhadap aparat keamanan, pekerja dari luar provinsi, hingga perusahaan energi asing.

Provinsi Balochistan sendiri dikenal sebagai wilayah terbesar sekaligus termiskin di Pakistan. Kelompok separatis Baloch menuding pemerintah pusat mengeksploitasi sumber daya alam di wilayah tersebut tanpa memberikan manfaat yang seimbang bagi masyarakat setempat.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras aksi bom bunuh diri yang menewaskan puluhan orang tersebut dan menyebut serangan itu sebagai tindakan terorisme pengecut.

“Tindakan terorisme pengecut seperti itu tidak dapat melemahkan tekad rakyat Pakistan,” tegasnya.

“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga para korban dan berdoa untuk kesembuhan yang cepat bagi para korban luka,” sambungnya. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang