Trump Belum Puas, Negosiasi Damai AS-Iran Masih Buntu

Trump Belum Puas, Negosiasi Damai AS-Iran Masih Buntu

Bagikan:

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan belum puas terhadap tawaran terbaru Iran dalam negosiasi penghentian konflik di Timur Tengah. Pernyataan itu memunculkan ketidakpastian baru terkait peluang tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran dalam waktu dekat.

Trump menegaskan pembicaraan dengan Iran masih berlangsung alot meski sebelumnya sempat menyebut peluang kesepakatan sudah dekat. Dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Rabu (27/05/2026), Trump menyebut Iran masih berupaya keras mencapai titik temu dengan AS.

“Iran sangat bertekad, mereka sangat ingin mencapai kesepakatan. Sejauh ini mereka belum sampai di sana. Kami tidak puas dengan itu, tetapi kami akan puas,” kata Trump, sebagaimana dilansir Viva, Kamis (28/05/2026).

Trump juga kembali mengisyaratkan kemungkinan dilanjutkannya operasi militer apabila perundingan gagal menghasilkan kesepakatan yang diinginkan Washington dan sekutunya.

“Entah itu atau kita harus menyelesaikan pekerjaan ini,” katanya, merujuk pada ancaman melanjutkan operasi militer yang sebelumnya dilakukan AS dan Israel sejak Februari 2026 lalu.

Di sisi lain, televisi pemerintah Iran mengklaim telah menerima draf nota kesepahaman dengan AS. Draf tersebut disebut memuat sejumlah poin penting, termasuk pencabutan blokade angkatan laut terhadap Iran, pemulihan lalu lintas di Selat Hormuz, hingga penarikan pasukan AS dari kawasan Teluk.

Namun, Gedung Putih membantah laporan tersebut dan menyebut informasi itu sebagai rekayasa. Trump pun menegaskan tidak ada pihak yang akan menguasai Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak dunia.

Ia juga membantah laporan mengenai kemungkinan Iran dan Oman mengendalikan sistem pungutan di kawasan perairan tersebut.

“Saya tidak yakin kita harus membuat kesepakatan jika mereka tidak menandatanganinya,” ujar Trump terkait dorongannya agar sejumlah negara Arab ikut menandatangani Perjanjian Abraham untuk normalisasi hubungan dengan Israel.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengakui terdapat perkembangan dalam pembicaraan dengan Iran meski belum mencapai tahap final.

“Kita akan lihat dalam beberapa jam dan hari ke depan apakah kemajuan dapat dicapai,” kata Rubio.

Trump juga mengakui pembahasan terkait uranium yang diperkaya Iran kemungkinan belum akan diselesaikan dalam tahap awal kesepakatan. Menurutnya, nota kesepahaman yang dibahas saat ini lebih difokuskan untuk mempercepat proses negosiasi secara keseluruhan.

“Yah, saya akan menerima sebagian dari kesepakatan itu,” kata Trump saat ditanya kemungkinan menerima kesepakatan sementara terkait uranium Iran.

Meski demikian, Trump menegaskan dirinya tidak setuju apabila Rusia atau China ikut mengambil alih uranium milik Iran sebagai bagian dari solusi diplomatik yang diusulkan sejumlah pihak. Konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah juga disebut mulai berdampak terhadap kondisi ekonomi AS, terutama kenaikan biaya hidup menjelang pemilihan paruh waktu di negara tersebut. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang