Gencatan Senjata Kembali Tercoreng, Serangan di Gaza Telan Korban Jiwa

Gencatan Senjata Kembali Tercoreng, Serangan di Gaza Telan Korban Jiwa

Bagikan:

GAZA – Sedikitnya dua warga Palestina tewas dan 24 lainnya terluka dalam serangkaian serangan yang menghantam sejumlah wilayah di Jalur Gaza pada Ahad (31/05/2026). Korban luka dilaporkan mencakup anak-anak dan perempuan, sementara sejumlah lokasi sipil kembali menjadi sasaran di tengah berlangsungnya kesepakatan gencatan senjata.

Serangan paling mematikan terjadi di kawasan Pelabuhan Nelayan Kota Gaza. Sebuah pesawat tanpa awak (drone) dilaporkan menyerang kerumunan warga yang berada di area pantai tersebut. Berdasarkan keterangan sumber medis, dua orang meninggal dunia dan 18 lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Area pantai yang terdampak selama ini menjadi salah satu ruang terbuka yang masih digunakan masyarakat untuk beraktivitas setelah banyak fasilitas umum rusak akibat konflik berkepanjangan.

Selain di Kota Gaza, serangan juga dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi lain secara hampir bersamaan. Artileri menembaki sebuah rumah milik keluarga Al-Gharabli di dekat stasiun pengisian bahan bakar Al-Shawa, Gaza Tenggara, mengakibatkan dua warga mengalami luka-luka.

Di kamp pengungsian Al-Bureij, sebuah drone menyerang rumah warga dan menyebabkan empat orang terluka, termasuk seorang perempuan dan anak-anak yang dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Pada waktu yang sama, wilayah timur kamp tersebut juga mendapat tembakan artileri.

Sementara itu, di kamp pengungsi Jabalia, Gaza Utara, sebuah drone taktis jenis quadcopter menjatuhkan bahan peledak ke area tenda pengungsi internal. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut, namun serangan menambah kekhawatiran warga yang tinggal di kawasan pengungsian.

Serangan lain juga menyasar bangunan sekolah Abu Arieban setelah sebuah helikopter tempur melepaskan rudal ke lantai atas gedung tersebut. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dari kejadian itu.

Di wilayah Khan Yunis, bagian selatan Gaza, kendaraan tempur lapis baja dan kapal perang dilaporkan melepaskan tembakan ke sejumlah area perkotaan dan pesisir. Aktivitas militer tersebut menambah panjang daftar insiden yang terjadi meski kesepakatan penghentian permusuhan masih berlaku.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut eskalasi terbaru menambah jumlah korban dalam konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023. Berdasarkan data yang dirilis, sekitar 73.000 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia dan sekitar 173.000 lainnya mengalami luka-luka selama perang berlangsung, sebagaimana diberitakan Arrahmah, Senin (01/06/2026).

Selain korban manusia, kerusakan infrastruktur juga dilaporkan sangat besar. Sebagian besar fasilitas publik, permukiman, dan layanan dasar di Jalur Gaza mengalami kerusakan berat, sehingga memperburuk kondisi kemanusiaan yang dihadapi masyarakat setempat. Situasi tersebut mendorong berbagai pihak menyerukan penghormatan terhadap gencatan senjata serta perlindungan yang lebih besar bagi warga sipil di wilayah konflik. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang