PEKANBARU – Tim pencarian dan penyelamatan gabungan berhasil menemukan seorang mahasiswa Universitas Riau (Unri) yang dilaporkan tenggelam di waduk kampus. Korban bernama Daffa (20) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian selama beberapa jam sejak laporan diterima pada Kamis (04/06/2026) malam.
Korban merupakan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri angkatan 2024 yang berasal dari Desa Koto Tibun, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau. Pencarian dilakukan oleh tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru bersama unsur Search and Rescue (SAR) gabungan setelah menerima laporan adanya mahasiswa yang hilang saat menyelam di waduk kampus.
“Kami mendapat informasi dari petugas keamanan kampus, korban tenggelam di waduk Universitas Riau, sekitar pukul 21.40 WIB,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, sebagaimana dilansir Kompas, Jumat, (05/06/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 20.37 WIB ketika korban bersama dua rekannya melakukan aktivitas menyelam untuk menangkap ikan di waduk Universitas Riau. Namun, setelah kedua rekannya kembali ke permukaan, korban tidak terlihat muncul.
Menurut keterangan saksi, rekan-rekan korban sempat berupaya melakukan pencarian secara mandiri hingga pukul 20.50 WIB. Karena korban belum ditemukan, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas dan diteruskan kepada tim SAR.
“Upaya pencarian sempat dilakukan oleh teman-teman korban hingga pukul 20.50 WIB, tapi belum membuahkan hasil,” kata Budi.
Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi dan melakukan pencarian dengan metode penyelaman di area waduk. Operasi pencarian berlangsung hingga dini hari untuk memastikan keberadaan korban.
Hasilnya, korban ditemukan pada Jumat (05/06/2026) sekitar pukul 02.10 WIB.
“Korban ditemukan mengapung di permukaan waduk,” sebut Budi.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Universitas Riau untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban,” tambah Budi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan aspek keselamatan saat melakukan aktivitas penyelaman di perairan terbuka, termasuk memastikan ketersediaan perlengkapan keselamatan dan pengawasan yang memadai guna meminimalkan risiko kecelakaan serupa. []
Redaksi05

