Israel Klaim Tewaskan Sejumlah Petinggi Keamanan Hamas di Gaza

Israel Klaim Tewaskan Sejumlah Petinggi Keamanan Hamas di Gaza

Bagikan:

GAZA – Pasukan Pertahanan Israel mengklaim berhasil menewaskan sejumlah pejabat senior keamanan Hamas dalam serangan yang dilancarkan di wilayah utara Jalur Gaza pada Kamis (04/06/2026) malam. Operasi tersebut disebut menyasar struktur keamanan internal Hamas yang selama ini berperan menjaga komunikasi dan pengambilan keputusan organisasi.

Dalam pernyataannya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) bersama Badan Keamanan Israel (Israel Security Agency/ISA) menyebut serangan tersebut menargetkan aparat keamanan Hamas yang memiliki posisi strategis di dalam organisasi.

Menurut IDF, salah satu korban tewas adalah Hassan Rabah Hassan Labad yang menjabat sebagai wakil kepala Aparat Keamanan Umum Hamas. Israel menilai Labad merupakan tokoh penting yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan serta penyusunan arahan internal lembaga tersebut.

Selain Labad, IDF juga mengklaim bahwa Asim Amin Shalash Shubair, Abdullah Ata Younes Abu Kaloub, dan Muhammad Naaman Zaki Abu Mark turut tewas dalam serangan yang sama. Keempat tokoh itu disebut memiliki peran sentral dalam operasional dan kebijakan Aparat Keamanan Umum Hamas.

“Pada malam hari, IDF dan ISA (Badan Keamanan Israel) melancarkan serangan di bagian utara Jalur Gaza dan menewaskan sejumlah anggota senior Aparat Keamanan Umum Hamas,” demikian pernyataan IDF, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (05/06/2026).

Di sisi lain, Hamas menyatakan bahwa Aparat Keamanan Umum merupakan unit keamanan rahasia yang bertugas melindungi jajaran pimpinan tertinggi organisasi. Unit tersebut juga berfungsi mengatur komunikasi antar-pemimpin serta mengoordinasikan berbagai pertemuan internal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi independen yang dapat memverifikasi secara terpisah klaim Israel terkait jumlah korban maupun identitas para pejabat Hamas yang disebut tewas dalam serangan tersebut. Perkembangan situasi di Gaza masih terus menjadi perhatian di tengah berlanjutnya konflik di wilayah tersebut. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang