LUMAJANG – Aktivitas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih berada pada Level III atau Siaga setelah kembali mengalami erupsi pada Senin (08/06/2026) pagi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di zona rawan bencana, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan yang berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar.
Erupsi terjadi pada pukul 05.25 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau mencapai 3.976 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat.
Berdasarkan data PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia, letusan tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 118 detik. Peristiwa ini menjadi erupsi yang tercatat dalam periode sepekan terakhir setelah sebelumnya aktivitas letusan relatif menurun.
Hasil pemantauan kegempaan Gunung Semeru pada 8 Juni 2026 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB menunjukkan terjadi 18 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-22 milimeter dan durasi 73-192 detik. Selain itu, tercatat lima kali gempa guguran dengan amplitudo 2-3 milimeter dan durasi 45-76 detik, serta empat kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-8 milimeter dan durasi 45-66 detik.
PVMBG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar kawasan tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
Data aktivitas vulkanik nasional menunjukkan Gunung Semeru masih menjadi gunung api dengan frekuensi erupsi tertinggi sepanjang 2026. MAGMA Indonesia mencatat sebanyak 1.190 letusan Gunung Semeru dari total 2.414 erupsi gunung api yang terjadi di Indonesia hingga awal Juni tahun ini.
Peningkatan aktivitas vulkanik tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan untuk terus mematuhi rekomendasi PVMBG guna meminimalkan risiko saat beraktivitas di sekitar kawasan gunung api aktif. []
Redaksi05

