BANDUNG – Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy, Kota Bandung, berhasil digagalkan petugas setelah seorang pengunjung kedapatan menyembunyikan sabu seberat 19,14 gram di dalam duburnya. Barang haram yang dibungkus kondom tersebut diduga akan diserahkan kepada seorang warga binaan, Senin (08/06/2026).
Pengungkapan kasus ini bermula saat petugas mencurigai gerak-gerik seorang pria berinisial F yang datang untuk berkunjung ke lapas. Sesuai prosedur operasional standar, petugas melakukan pemeriksaan berlapis mulai dari pemindaian hingga pemeriksaan fisik terhadap pengunjung.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIA Banceuy Andhika Saputra mengatakan perilaku F sejak awal kedatangannya telah menimbulkan kecurigaan petugas.
“Gerak-geriknya memang mencurigakan sejak dari depan saat masuk, nanti juga mungkin ada CCTV-nya. Saat masuk ke dalam juga, ketika diperiksa, terlihat gelisah,” kata Andhika, sebagaimana dilansir Detik pada Senin, (08/06/2026).
Saat pemeriksaan lebih lanjut dilakukan, petugas menemukan benda mencurigakan yang menonjol dari bagian tubuh pelaku. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, ditemukan narkotika yang disembunyikan di dalam duburnya.
“Kemudian kita amankan di sini seberat 19,14 gram narkotika diduga jenis sabu,” ungkapnya.
F langsung diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Pihak lapas juga berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat (Jabar) serta Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung guna mengusut jaringan dan tujuan penyelundupan tersebut.
Dalam kunjungan itu, F diketahui datang bersama ibu dari seorang warga binaan yang sedang menjalani masa pidana. Meski mengenal warga binaan tersebut, F bukan merupakan anggota keluarganya.
Petugas juga mendalami kemungkinan keterlibatan ibu warga binaan tersebut dalam rencana penyelundupan narkotika ke dalam lapas.
“Ibunya juga sedang diperiksa bersama yang bersangkutan, dikhawatirkan memang ibunya juga diduga mengetahui bahwa yang bersangkutan menyembunyikan atau menyelundupkan sabu ini ke dalam duburnya atau pantatnya,” jelasnya.
Menurut Andhika, modus penyelundupan narkotika melalui organ tubuh bukan pertama kali ditemukan di Lapas Banceuy. Cara serupa telah beberapa kali digunakan oleh pengunjung laki-laki maupun perempuan dengan tujuan mengelabui pemeriksaan petugas.
“Ya, jadi sudah kesekian kalinya memang, baik itu pada laki-laki maupun perempuan. Rata-rata memang karena organ tubuh bagian dalam ini mungkin dirasa aman,” terangnya.
Untuk mengantisipasi masuknya barang terlarang, Lapas Banceuy menerapkan sistem pemeriksaan ketat dan berlapis terhadap seluruh pengunjung. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat X-ray serta penggeledahan fisik oleh petugas sesuai jenis kelamin pengunjung.
“Petugas perempuan memeriksa pengunjung perempuan, sedangkan pengunjung laki-laki diperiksa oleh petugas laki-laki,” pungkasnya.
Kasus tersebut kini dalam penanganan aparat berwenang guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang melibatkan pihak di luar maupun di dalam lapas. []
Redaksi05

