TUAL – Aparat kepolisian mulai menyelidiki aksi teror berupa pelemparan dua bom molotov ke rumah anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Maluku, Daim Baco Rahawarin, di Mangon, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual, Provinsi Maluku, Kamis (11/06/2026) dini hari. Peristiwa yang terekam kamera pengawas Closed Circuit Television (CCTV) itu kini menjadi fokus penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif serangan.
Aksi teror terjadi sekitar pukul 00.11 Waktu Indonesia Timur (WIT) saat rumah Daim dalam kondisi ditempati keluarga. Berdasarkan rekaman CCTV, sebuah sepeda motor melintas di depan rumah sebelum dua bom molotov dilemparkan oleh orang tak dikenal (OTK) ke arah halaman rumah.
“Ada OTK (Orang Tak Dikenal) yang melempari dua buah bom molotov ke rumah saya. Kejadiannya pukul 00.11 WIT dini hari tadi,” kata Daim kepada Kompas, Kamis, (11/06/2026), sebagaimana dilansir Kompas.
Saat kejadian berlangsung, Daim tidak berada di rumah karena sedang menjaga anaknya yang menjalani perawatan medis di rumah sakit. Ia mengetahui insiden tersebut setelah mendapat telepon dari kakak iparnya yang berada di lokasi.
“Kebetulan saya di rumah sakit dan saya dihubungi oleh kakak ipar bahwa ada terjadi pelemparan bom molotov di rumah dan saya langsung pulang,” ujarnya.
Meski menggunakan bahan yang mudah terbakar, aksi teror tersebut tidak menyebabkan kebakaran besar maupun kerusakan pada bangunan rumah. Berdasarkan pengecekan awal, hanya beberapa pasang sandal di sekitar lokasi yang terbakar akibat lemparan bom molotov tersebut.
“Hanya ada beberapa pasang sandal yang terbakar. Kita juga cek CCTV tapi wajah pelakunya tak kelihatan, cuma saat bom dilempari itu terlihat dari luar pagar,” katanya.
Setelah memastikan kondisi keluarganya aman, Daim segera melaporkan kejadian itu ke Kepolisian Resor (Polres) Tual. Ia berharap aparat dapat segera mengungkap pelaku beserta motif di balik aksi yang menyasar kediamannya.
“Saya sudah lapor ke Polres Tual semalam sekitar jam 1, dan saya berharap polisi bisa menangkap pelakunya dan mengungkap apa motifnya karena saya tidak punya musuh dengan siapa pun. Saya percayakan penanganan kasus ini kepada polisi,” ungkapnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi telah mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta memasang garis polisi guna mendukung proses penyelidikan. Sementara itu, Kepala Urusan Penerangan Umum (Kaur Penum) Subdirektorat (Subdit) Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Kepolisian Daerah (Polda) Maluku, Imelda Haurissa, menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.
“Nanti saya cek dulu,” katanya.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyasar seorang anggota Bawaslu Maluku. Polisi diharapkan segera mengungkap identitas pelaku dan motif penyerangan guna memastikan keamanan masyarakat serta mencegah terulangnya aksi serupa di Kota Tual. []
Redaksi05

