Polisi dan TNI Selidiki Dugaan Penikaman Lima Anggota Brimob di Labuan Bajo

Polisi dan TNI Selidiki Dugaan Penikaman Lima Anggota Brimob di Labuan Bajo

Bagikan:

MANGGARAI BARAT – Aparat kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tengah mendalami kasus dugaan penikaman terhadap lima anggota Brigade Mobil (Brimob) yang terjadi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/06/2026) dini hari. Insiden tersebut mengakibatkan lima korban mengalami luka tusuk dan harus mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa terjadi di sebuah lokasi pesta di wilayah Labuan Bajo. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga prajurit TNI AD diduga terlibat dalam kejadian tersebut dan saat ini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Siloam Labuan Bajo. Dari lima anggota Brimob yang menjadi korban, dua di antaranya mengalami luka serius pada bagian rusuk kiri, dada, dan punggung sehingga harus menjalani tindakan operasi serta perawatan intensif.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Mabar Lufthi Darmawan Aditya membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut. Menurutnya, proses penyidikan saat ini masih berlangsung guna mengungkap penyebab dan kronologi lengkap kejadian.

“Sudah ada laporan polisi dari pihak korban dan saat ini sedang dilakukan penyidikan lebih lanjut,” kata Lufthi, sebagaimana dilansir Media Indonesia, Kamis (11/06/2026).

Untuk mendukung proses penyelidikan, Tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Mabar telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis (11/06/2026) pagi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

Hingga kini, penyidik masih mendalami motif maupun rangkaian peristiwa yang memicu dugaan penikaman tersebut. Aparat belum menyampaikan kesimpulan resmi terkait penyebab insiden karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

Sementara itu, tiga prajurit TNI AD yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut telah diamankan di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 1612/Mabar. Pemeriksaan internal juga dilakukan untuk memastikan fakta-fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut,” ujar Budiman Manurung.

Kepolisian dan TNI saat ini terus berkoordinasi untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi, motif, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut. Hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum sekaligus menjaga kondusivitas hubungan antarlembaga di wilayah Mabar. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Kriminal